Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pemberlakuan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang direncanakan mulai awal Maret 2021 nanti, direspons positif oleh SMPN 1 Dusun Tengah.
Kepala Sekolah SMPN 1 Dusun Tengah, Victoria Tri Mawarti, menyatakan pihaknya menyambut baik dan sudah sangat siap jika dilakukan pembelajaran tatap muka.
Meurut Victoria, selama ini pelaksanaan pembelajaran secara daring banyak sekali kendalanya, sehingga pembelajaran tak bisa berlangsung maksimal.
“Pada prinsipnya kami siap. Baik itu penerapan protokol kesehatan maupun yang lainya,” katanya, saat diwawancara wartawan di Kantor Dinas Pendidikan Bartim, Senin (22/2/2021) kemarin.
Wanita yang baru setahun menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Dusun Tengah ini mengaku, saat melaksanakan pembelajaran secara daring atau secara jarak jauh banyak kendala, namun demikian pihaknya tetap melaksanakanya.
Victoria menyebutkan, kendala saat melaksanakan pembelajaran secara daring seperti masalah sinyal yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran pembelajaran.
“Memang sebaiknya pembelajaran harus tatap muka, karena secara daring saya nilai kurang maksimal. Namun demikian, saya tetap menghormati, karena ini demi kesehatan bersama,” ujarnya.
Terkait penerapan protokol kesehatan, Victoria mengaku bahwa sekolah sudah menyiapkan fasilitas mencuci tangan.
“Setiap kelas sudah memiliki fasilitas mencuci tangan di depan pintu masuk kelas. Dengan demikian, siswa wajib mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas,” tegasnya.
Sedangkan untuk penerapan jaga jarak, Victoria menyatakan pihaknya nanti akan mengaturnya, sehingga antar siswa tidak terlalu dekat seperti sebelum ada Covid-19.
Selain itu, pihaknya juga nanti akan minta persetujuan dari orangtua siswa, apakah mendukung atau memperbolehkan anaknya mengikuti pembelajaran secara tatap muka.
“Jadi, ini tergantung hasil konsultasi kita dengan orangtua siswa. Apakah mereka siap atau tidak. Jika mereka tidak siap, kita juga tidak bisa mengadakan pembelajaran tatap muka nanti,” ucapnya.
Apabila nantinya orangtua siswa maupun lainya mendukung, lanjut Victoria, maka pihak sekolah juga akan mengurangi jam pembelajaran setiap mata pelajaran.
“Biasanya 45 menit, maka kita akan kurangi menjadi 30 menit saja untuk satu mata pelajaran. Kami nanti juga akan terapkan sistem ship, dan jumlah siswa juga dikurangi setiap masuk kelas,” tuntasnya.[]



