Stok Gas Melon di Banjarmasin Langka, Pertamina Ambil Langkah Responsif

Stok Gas Melon di Banjarmasin Langka, Pertamina Ambil Langkah Responsif

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Kenaikan harga eceran yang tidak masuk akal untuk gas LPG 3Kg atau biasa lebih dikenal dengan sebutan gas Melon, membuat sebagian besar warga Banjarmasin resah.

Hal ini tentu menjadi salah satu tugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, dalam menangani kelangkaan serta meroketnya harga gas tabung LPG 3Kg ini.

Trisnawati selaku Kasi Monitoring dan Pengendalian Pendaftaran Perusahaan Barang Beredar dan Hanpokting Bidang Perdagangan DPP mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pertamina dan Hiswana Migas, untuk mendapat titik terang kelangkaan gas LPG 3Kg ini.

“Untuk mengatasi kepanikan di masyarakat dan menstabilkan kembali harga dan ketersediaan LPG 3Kg, pihak Pemerintah akan menyempurnakan lagi fungsi kartu LPG. Agar tepat sasaran ke masyarakat yang kurang mampu. Juga menindak tegas pihak yang menaikkan harga gas Melon di atas harga eceran tertinggi (HET),” ucapnya saat dihubungi via Whatssapp, Rabu (24/2) malam.

Selain itu, papar Trisnawati, pihak Pertamina sendiri turut mengambil tindakan responsif atas akses distribusi yang terhambat dengan mendatangkan LCT (Landing Craft Tank) untuk mengangkat pasokan gas dari depot yang berlokasi di Barito menuju Kota Banjarmasin.

Walaupun memerlukan biaya yang tidak sedikit, namun Trisnawati mengatakan usaha Pertamina kali ini berbuah manis. Yakni stok gas melon kembali pulih sekitar 80%.

“Yang jadi permasalahan utama kelangkaan gas ini adalah rusaknya Jalan Gubernur Syarkawai, sehingga membuat pasokan gas hanya sekitar 60-70 % per hari. Namun sekarang pihak Pertamina sudah mendatangkan LCT, dan hal tersebut membuat pasokan gas pulih sekitar 80% dari kuota tiap harinya,” ucapnya.

Tidak hanya Pertamina maupun Disperdaging yang mengambil langkah konkrit dalam masalah kelangkaan gas melon 3kg ini. Hiswana Migas juga berupaya untuk memastikan memulihkan pasokan gas di tiap agen, dan memastikan pasokan gas yang didapat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk menguatkan tindakan responsif Pertamina dan Hiswana Migas, maka Disperdaging Kota Banjarmasin akan melakukan monitoring secara rutin kepada agen maupun pangkalan gas.

“Kami dari Disperdagin melakukan monitoring ke agen dan pangkalan, dalam empat hari ini (dimulai hari Minggu), kami pantau gas melon sudah mulai bertambah,” ujarnya.

Di akhir, Trisnawai berharap agar kelangkaan gas melon 3kg ini segera bisa teratasi. “Diharapkan kelangkaan gas melon di Banjarmasin bisa segera kita atasi,” tutupnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *