Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Sebagai upaya ikut mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda) menggelar Focus Group Discussion (FGD), Senin (1/3/2021).
Diskusi kali ini bertempat di Hotel Rattan In, Banjarmasin, dan dihadiri beberapa anggota Forkompimda Kalsel. Yakni PJ Sekda Provinsi Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101/Antasari, Ka Akun Lanal Banjarmasin, Kabintal Lanud Sjamsudin Noor, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kalsel, Wakajati Kalsel, Kepala BIN Kalsel, serta Pejabat Utama Polda Kalsel.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs Rikwanto dalam acara tersebut menyampaikan, hadirnya pandemi Covid-19 berimbas kepada semua lini kehidupan manusia. “Dampak pandemi Covid-19 telah meluas hingga meliputi masalah sosial sampai ekonomi. Dampak lain pada sektor perekonomian telah mengakibatkan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Menurut Kapolda Kalsel, dalam kaitan ini pemerintah menjalankan Program PC-PEN (Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional). Yaitu, bagaimana respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi khususnya sektor informal atau UMKM.
“Hal ini telah diatur dan diakomodir dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 yang mengatur program pemulihan ekonomi nasional, dalam rangka menangani dampak signifikan pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Negara,” ujarnya.
Kapolda Kalsel juga menuturkan, satgas PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ini merupakan salah satu aspek penting dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Satgas pemulihan ekonomi nasional ini penting, supaya roda perekonomian kita pulih, dan pertumbuhan ekonomi semakin baik, khususnya di Kalimantan Selatan. Namun demikian, satgas kesehatan untuk penanggulangan penyebaran Covid-19 juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Sebagai informasi, di 2020 kemarin pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 5,32% dan pada kuartal ketiga tahun 2020 minus 3,49%.
Menurut mantan Kapolda Maluku Utara ini, perlu adanya sistem gas-rem yang merupakan salah satu taktik agar Satgas Penanganan Covid-19 dan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selaras.
“Berkaitan dengan hal tersebut, antara Satgas Pemulihan Ekonomi dengan Satgas Kesehatan harus sinergis. Kalau bahasa saya gas-rem. Kalau ekononi nasional terlalu maju sehingga tidak memperhatikan protokol kesehatan, remnya dari Satgas Covid. Sebaliknya kalau Satgas Covid terlalu maju sehingga tidak ada kegiatan ekonomi, maka remnya dari satgas PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Itu yang saya maksud untuk FGD di pagi ini,” bebernya.
Kapolda Kalsel berharap, dalam diskusi kali ini dapat melahirkan ide-ide kreatif guna memulihkan kembali perekonomian di Kalimantan Selatan.
“Saya berharap, FGD ini dapat melahirkan ide-ide kreatif, semakin marak, dan semakin baik. Sehingga pertumbuhan ekonominya juga semakin tinggi. Walaupun demikian, tetap harus protokol kesehatan dan memperhatikan angka-angka penyebaran penyakit. Jangan sampai keasikan ekonomi, Satgas Covid-19 terbengkalai dan angka penularan naik,” ucapnta.
Sementara itu, Kepala Dinas UMKM Gustafa Yandi menyatakan terima kasih kepada Polda Kalsel yang telah menginisiasi adanya diskusi mengenai pemulihan ekonomi ini.
“Tentunya kami dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalsel yang sudah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan ini dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional. Sebab, mau tidak mau suka tidak suka, yang namanya Covid ini harus kita lawan, dan kita tidak bisa mementingkan segi kesehatan saja, namun aspek ekonomi juga perlu,” katanya.[]



