Editor : Almin Hatta
KANDANGAN – Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-110, tidak terasa sudah berjalan hampir sepekan. Dalam kurun waktu tersebut, tentu telah banyak hal yang dilakukan prajurit TNI Kodim 1003/Kandangan.
Salah satunya ada di Kampung Pariangan. Selama TMMD berlangsung, banyak hal yang dikerjakan prajurit TNI di kampung yang terletak di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tersebut.
Pembangunan fisik seperti jembatan gelagar baja dengan ukuran 5 m x 6 m, pembuatan mushola yang dilengkapi dengan tempat wudhu dan gudang sekaligus.
Tidak hanya pembangunan sarana prasarana untuk menunjang kebutuhan warga sekitar, prajurit TNI kodim 1003/Kandangan juga melakukan bedah rumah untuk dua masyarakat setempat. Yakni rumah Bapak Aran, seorang petani berusia 59 tahun. Serta rumah Ibu Manasiah, yang juga seorang petani berusia 74 tahun.
Menurut Danrem 101/Antasari Banjarmasin Brigjen TNI Firmansyah, pembangunan beberapa sarana prasarana di Kampung Pariangan ini sebagai upaya menciptakan akselerasi percepatan pembangunan.
“Program TMMD ini diharapkan menciptakan akselerasi percepatan pembangunan daerah. Selain itu, kita juga membuka daerah-daerah yang terisolir dan telah sekian lama tidak tersentuh, seperti Kampung Pariangan ini,” ucapnya.
Akses jalan menuju Kampun Pariangan sendiri tergolong sulit, karena semula hanya berupa jalan setapak dan sulit dilalui kendaraan roda empat. Tentu peningkatan kapasitas jalan dalam TMMD Ke-110 juga dilakukan. Peningkatan jalan sepanjang 1.300 meter dengan lebar 6 meter telah mencapai progress 26% di hari keenam TMMD di Kampung Pariangan.
“Akses menuju kampung tersebut selama ini belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Dengan dilaksanakan kegiatan TMMD ini diharapkan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat, sehingga dapat tercipta kesejahteraan masyarakat. Seperti memudahkan dalam pengangkutan hasil karet petani, dan juga kegiatan transportasi menuju pusat perkotaan,” sebut Danrem 101/Antasari.
Selain itu, Danrem 101/Antasari berharap, hasil dari kegiatan TMMD ini nantinya bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. “Yakni dengan peningkatan mutu jalan, diperkeras maupun pengaspalan. Sehingga jalan dan jembatan yang dibuat bisa berfungsi secara maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan TMMD Ke-110 ini melibatkan personel nyata di lapangan. Yakni TNI AD sebanyak 61 orang, TNI AL sebanyak 2 orang, TNI AU sebanyak 2 orang, sejumlah anggota Polri, serta dari Pemerintah Daerah sebanyak 10 Orang, dan masyarakat 30 orang.[]



