Editor : Almin Hatta
BANJARBARU – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LKH) DR Alue Dohong, Rabu (10/3) melakukan kunjungan kerja ke Bumi Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam kunjungan kerja ini, Alue Dohong membahas penanganan strategis pasca banjir di Kalsel bersama PJ Gubernur Kalsel, Safrizal ZA.
“Tadi kita juga sempat melakukan rapat koordinasi dengan Bapak PJ Gubernur mengenai penanganan strategis pasca banjir di Kalimantan Selatan,” katanya.
Alue Dohong menjelaskan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam penanganan banjir di Kalsel ini.
“Ada lima aspek yang perlu kita perhatikan pasca penanganan bencana banjir di Kalsel ini. Yang pertama aspek perencanaan, lalu yang kedua rekayasa teknis/engineering, aspek regulative, dan penataan ruang dengan cara pembuatan bendungan, daerah tangkapan air, dan normalisasi sungai. Untuk aspek selanjutya, ada aspek vegetatif, dan yang terakhir ada aspek kelembagaan,” jelasnya saat konferensi pers usai Rapat Koordinasi bersama PJ Gubernur Kalsel.
Menurut Alue Dohong, aksi terintegrasi penanganan pasca banjir ini memerlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Baik stakeholder terkait, swasta, maupun masyarakat.
“Aksi ini tidak akan terlaksana tanpa kerjasama dan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah, swasra, maupun masyarakat,” tegasnya.
Sebelum melakukan Rapat Koordinasi, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini turut menanam pohon jenis Meranti pada area hutan kota di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru.[]



