Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Sudah menjadi rahasia umum, saat ini kondisi jalan di Banjarmasin yang sangat macet terdapat di dua titik. Yakni Jalan Perumnas Dalam, dan Jalan Hasan Basry, Kayutangi.
Kawasan jalan paling dihindari untuk dilalui ini rupanya tak hanya di Banjarmasin, namun juga di kawasan Barito Kuala (Handil Bakti).
Penyebabnya tak lain adalah, perbaikan jembatan serta jalan, juga kondisi jalan yang sempit sebagai sarana pengganti arus jalan di kawasan Perumnas Dalam.
Terpantau, Senin dan Selasa (15-16/3), akibat sering macet dan dilalui angkutan berat, satu kawasan jalan kini mengalami kerusakan cukup berat yang terjadi pada Jalan Perumnas Dalam.
Namun, yang paling disayangkan, aparat baik dari Polantas maupun Dinas Perhubungan (DLLAJ) terkesan tutup mata dengan kondisi tersebut.
Seolah menghindari macet, Senin kemarin nampak hanya ada satu Polantas muda ditempatkan di salah satu sisi jembatan. Ia bahkan sempat terlihat kebingungan mengantur kemacetan sepanjang sekitar 7 km di tiga ruas jalan berbeda, baik di Jalan Perumnas Dalam, Jalan Transkalimantan Handil Bakti, dan juga Jalan Hasan Basry.
Bingung mengatur dan mengurai kemacetan, petugas satu ini pun tak berdaya saat melihat pelanggaran lalulintas terjadi di depan matanya, Senin sore kemarin.
“Jalan ini biasa Pak, terjadi di kawasan ini, macet setiap pukul 5 sore hingga malam. Bahkan tiga jalan macet bersamaan. Kalau dari Handil Bakti macetnya searah ke Banjarmasin. Sementara di Banjarmasin arahnya keluar dan masuk kota,” kata Amat, yang biasa menjadi joki jalan (Pak Ogah) di kawasan terminal Handil Bakti.
Masyarakat pengatur jalan atau yang biasa disebut Pak Ogah malah lebih berperan untuk mencoba melerai kemacetan, karena tak satu atau dua kali ambulan dari Batola melintasi kawasan tersebut.
Ditanya apakah ada jalan alternatif lain yang biasa dilalui baik menuju Banjarmasin, ia hanya bisa mengatakan bahwa jalan itu akses satu-satunya penguhubung Kalteng Batola dengan Banjarmasin.
“Ada jalan Gubernur Syarkawi, tapi jauh dan juga rusak berat, itu pun tak langsung memasuki Banjarmasin,” katanya.
Sementara yang paling disayangkan, petugas terkesan enggan bertugas di sana, dan lebih memilih ngepos di tempat lain.
“Kalau razia, baru banyak petugasnya. Tapi, kalau tak ada atau cuma macet seperti ini, sangat jarang ada petugas. Kalau ada pun hanya 1 hingga 2 orang, itu pun tak lama,” jelasnya.[]



