Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Menjelang Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur Kalsel, kubu petahana kini sedang menyiapkan taktik untuk meraih kemenangan.
Hal ini diutarakan Ketua Bappilu Partai Golkar Wilayah Kalimantan, Bambang Heri Purnomo ketika ditemui di Kantor DPD Golkar, Rabu siang (24/3).
“Masalah PSU, Partai Golkar tentu siap untuk memenangkan calon yang kami dukung, yakni Paman Birin – Muhidin,” ucapnya.
Menurut Bambang, semua koalisi yang tergabung di kubu petahana akan membantu proses untuk meraih kemenangan ini. “Seluruh koalisi akan turun, dan Partai Golkar juga punya tim sendiri,” tuturnya.
Terkait hal tersebut, H Supian HK selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kalsel menegaskan, pihaknya akan lebih fokus mengenai partisipasi pemilih menjelang PSU yang akan digelar dua bulan mendatang.
“Untuk persiapan di partai sendiri, lebih fokus ke angka golput ya. Yakni, bagaimana agar masyarakat itu tidak golput dan bisa berpartisipasi saat PSU nanti,” ujarnya.
Supian memperhitungkan, dengan gemuknya koalisi kubu petahana, pihaknya tentu lebih gampang mengantongi sebanyak mungkin suara.
“Kalau melihat prestasi dan partai pengusung, kita sudah dapat mengantongi 160.000 suara. Kalau dari segi perhitungan itu, kita optimisi bisa meraih 60% suara dengan catatan harus menggerakkan partai,” ungkapnya.
Sebagai informasi, kubu petahana sendiri merupakan koaliasi gemuk yang berisi sembilan partai yang berasal dari parlemen. Yakni Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), PDIP Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKS. Sedangkan untuk Partai Perindo, PSI, dan PKPI berasal dari partai nonparlemen.
Merebut kembali suara pada PSU, menurut Supian merupakan tugas semua partai koalisi. “Tentunya ini merupakan tugas dari partai pengusung dan koalisi,” tegasnya.
Di akhir, Supian mengatakan pihaknya telah siap untuk mengajak pemilih agar tidak golput, karena akan mempengaruhi suara di dua paslon. “Berdasarkan kesepakatan, kami akan menyapa warga agar tidak golput karena ini akan memberi pengaruh suara kedua paslon, dan kami juga turut menahan diri agar tidak terjadi gejolak di masyarakat,” tutupnya.[]



