Editor : Almin Hatta
KANDANGAN – Pelaksanaan Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TTMD) Ke-110 Kodim 1003/Kandangan kini telah memasuki pengujung masa kegiatan.
Tentunya dalam kegiatan ini banyak hal yang telah dilakukan prajurit TNI dalam membangun desa maupun kampung yang masih terisolir dan jauh dari kata mandiri.
Salah satunya adalah Kampung Pariagan yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dengan luas wilayah 203,93 Km, jumlah penduduk 2.057 jiwa dengan rincian 1.047 orang perempuan dan laki-laki 1.010 jiwa.
Sebagian warga kampung ini bekerja sebagai petani. Namun kendala sangat terasa, karena belum adanya akses jalan yang memadai, sehingga sangat menyulitkan petani untuk membawa hasil panennya untuk dijual ke daerah lain.
Melihat adanya permasalah tersebut, tentu salah satu kegiatan yang dilakukan di TTMD Ke-110 ini adalah menambah maupun membuat sarana-prasarana Kampung Pariangan, demi kenyamanan dan kelancaran perekonomian warga.
Hal ini disampai Danrem 101/Antasari Banjarmasin, Brigjen TNI Firmansyah. Disebutkan, TMMD Ke-110 ini terdapat dua sasaran, yakni sasaran fisik dan non fisik.
“Untuk sasaran fisik, berupa pembuatan pengerasan jalan Kampung Pariangan menuju Kampung Malilingin sepanjang 1.300 M X 6 M lalu. Serta pembuatan jembatan gelagar baja ukur 6 M x 6 M,” katanya.
Dengan adanya kegiatan TMMD, papar Danrem Firmansyah, diharapkan nantinya dapat membuka akses jalan. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kampung Pariangan. Serta membuka keterisolasian dan memberikan kemudahan anak-anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Sebagai informasi, pembangunan badan jalan di Kampung Pariangan sampai dengan hari Sabtu (27/3) sudah mencapai progress sebanyak 91%. Sedangkan untuk pembuatan jembatan gelagar baja ukuran 5 x 6m telah mencapai 88%.
Selain itu, ada sasaran fisik tambahan. Antara lain rehab Langgar Natta Ijul Iman yang pengerjaannya telah mencapai 91%. Serta bedah 2 unit rumah milik Bapak Aran dan Ibu Manasiah, yang juga telah mencapai 91%.
Di balik pengerjaan sarana dan prasarana ini, tentu ada keterlibatan personel satgas yang terdiri dari 122 orang TNI Angkatan Darat (AD), 4 orang TNI Angkatan Laut (AL), 2 orang TNI Angkatan Udara (AU), 12 orang Polisi, dari Pemerintah Daerah sebanyak 10 orang, dan masyarakat lokal sebanyak 35 orang.[]



