Sungai Martapura Kembali Meluap, Warga Banjarmasin Waspada

Sungai Martapura Kembali Meluap, Warga Banjarmasin Waspada

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Trauma musibah banjir dua bulan silam, warga Banjarmasin kini dilanda kekhawatiran sehubungan dengan kembali meluapnya air Sungai Martapura yang membelah Kota Seribu Sungai ini.

Terpantau, Senin (5/4) sekitar pukul 16.00 wita, luapan air dari Sungai Martapura terlihat menggenangi sejumlah jalan di dalam kota Banjarmasin, seperti di Bundaran Hotel Arum, depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jl Hasan Basri, JL S Parman, serta sejumlah jalan di kawasan Banjarmasin Timur, Selatan, dan Utara.

Menurut warga Banjarmasin, air pasang kali ini terjadi sudah dua hari dan puncaknya pada malam hari. “Kita rasa ini bukan karena hujan kemarin. Sebab, hujannya tak begitu deras, tapi karena air pasang,” ucap seorang warga, Zuhrianoor, pensiunan guru di salah satu sekolah dasar di Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Karena ketinggian air hampir serupa dengan awal-awal terjadinya Banjir di Kalsel Februari lalu, ia pun sedikit waspada karena air pasang justru puncaknya pada tengah malam.

“Mungkin bagi sebagian orang ini biasa. Tapi kita yang sempat terdampak banjir, merasa harus waspada dan pemda mestinya sigap atau tanggap menanggulanginya,” ucapnya.

Hal hampir serupa juga diutarakan warga Sei Lulut, Fahmi. Menurutnya, beberapa hari ini air terus mengalami kenaikan, dan benar saja jalan sudah terendam di malam hari.

“Kalau kita menduga ini bukan pasang biasa. Sebab, kalau pasang air laut, sungaj pasti asin. Sementara kalau air kiriman dari hulu, air rasanya tawar. Dugaan kita waduk sedang membuka pintu airnya,” ucapnya.

Puluhan tahun hidup di pinggir sungai, Fahmi merasa bahwa ia cukup kenal musim pasang surut dan berapa ketinggian air biasanya. Namun, kali ini menurutnya berbeda. Sehingga ia bersama keluarga perlu waspa karena sempat terdampak banjir kemarin.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *