Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Prismayandi S STP selalu Camat Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalteng, berharap kegiatan shalat tarawih berjamaah pada bulan suci Ramadhan nanti tidak terpusat hanya pada satu masjid saja.
“Agar tidak terjadi kerumunan banyak orang, demi untuk menghindari terjadinya klaster baru Covid-19,” ujarnya, Selasa (6/4/2021) kemarin.
Camat Prismayandi mempersilakan warga Dusun Tengah untuk melakukan shalat tarawih berjamaah pada bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba.
Hanya saja, ia mengimbau warga agar jangan terpusat di satu masjid saja. “Jadi, mari kita isi mushala, langgar, dan masjid-masjid lainnya. Dengan demikian jamaah shalat tarawih menjadi terpencar, sehingga tidak terjadi kerumunan orang dalam jumlah yang banyak,” katanya.
Imbauan Camat Prismayandi ini terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 di Kecamatan Dusun Tengah yang beberapa waktu lalu sempat mengalami kenaikan.
“Masuk Februari dan Maret lalu ada peningkatan yang signifikan, dengan jumlah positif mencapai 34 orang. April ini sudah ada penurunan, dan untuk saat ini sisa 21 orang,” ucapnya.
Prismanyandi menjelaskan, warga yang terpapar Covid-19 kebanyakan berasal dari wilayah Kecamatan Ampah, yakni dari klaster Perusahaan Muto di RT 12.
“Tidak lama lagi kita akan melaksanakan ibadah shalat tarawih, puasa, dan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan. Karena itu, kita upayakan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan,” katanya.
Prismayandi menyatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Kepala KUA Dusun Tengah, pengurus langgar/mushala, serta pengurus masjid, untuk memberikan pemahaman, pengertian, dan masukan mengenai pandemi Covid-19.
“Intinya, kita mempersilahkan melaksanakan ibadah shalat tarawih dan ibadah lainnya pada bulan suci Ramadhan nanti di masjid maupun langgar. Tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.
Karena itulah, Camat Prismayandi selaku pemerintah menginginkan pelaksanaan ibadah tersebut jangan terpusat di satu masjid saja. Ia mempersilakan beribadah di langgar atau mushala dan masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Yang kita khawatirkan kumpul-kumpul orang banyak bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid- 19. Maka dari itu, kita mengharapkan pengurus tempat ibadah melaksanakan Prokes. Semoga masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan ini tetap sehat dan dapat menjalankan ibadahnya dengan lancar,” tutupnya.[]



