Rehabilitasi Lingkungan, Pemprov Kalsel Tanam 1 Juta Pohon

Rehabilitasi Lingkungan, Pemprov Kalsel Tanam 1 Juta Pohon

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARBARU – Sebagai bentuk tindak lanjut Program RHL (Rehabilitasi Lingkungan dan Lahan), Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan menanam satu juta pohon.

Penanaman bibit pohon ini digelar di Embung Lok Udat, Handil Gotong Royong, Kecamatan Landasan Ulin Utara, dengan mengundang sejumlah SKPD terkait, seperti Kadis Lingkungan Hidup Kalsel, Kepala Bappedda Kalsel, Kepala Disbunak Kalsel, PJ Gubernur Kalsel, dan Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung KLHK RI.

Gerakan menanam sejuta pohon ini merupakan tantangan yang diberikan PJ Gubernur Kalsel kepada Plt Kadishut Kalsel, Fatimatuzzahrah. 

“Ini merupakan tantangan yang diberikan bapak Pj Gubernur Kalsel, dan insya Allah akan kita laksanakan lebih satu juta pohon,”ucap Fatimatuzzahra kepada awak media, saat ditemui seusai acara penanaman satu juta pohon, Jum’at pagi (9/4).

Dalam penanaman pohon ini dialokasikan lahan seluas 2.500 Ha dengan 3.000 bibit pohon. “Kegiatan kali ini berkaitan dengan kick of RHL APBN, karena di Kalsel pada tahun ini dialokasikan sebanyak 2.500 Ha dan itu memerlukan bibit lebih dari 3 juta pohon,” tutur Plt Kadishut Kalsel ini.

Sebagai informasi, penanaman pohon hari ini sebanyak 1.470.000 batang se-Kalimantan Selatan. Sedangkan untuk lokasi yang ditatanam PJ Gubernur Kalsel Ini ada 570.000 batang pohon yang ditanam terdiri dari gemor, belangeran, dan ramin.

Pemilihan ketiga jenis bibit pohon sendiri karena persis dengan karakteristiknya sebagai tanaman rawa. “Ketiga bibit pohon memang tanaman rawa. Karena disini habitatnya adalah rawa, maka di sini pohon-pohon yang ditanam adalah tanaman rawa yang tahan terhadap rendaman air,” jelas Fatimatuzzahra.

Kegiatan penanaman pohon kali ini juga merupakan salah satu kegiatan untuk menggerakkan semua komponen. Baik dari unsur pemerintah, swasta, penggiat lingkungan, LSM, sekolah, dan TNI, agar ikut menanam pohon yang merupakan bagian dari Revolusi Hijau Kalsel.

Di sisi lain, Pj Gubernur Kalsel, Dr Safrizal ZA, berpesan agar setelah penanaman pohon kali ini bukan hanya sekadar acara penanaman semata, namun juga perlu kegiatan monitoring agar program 1 juta pohon berhasil.

“Kita pastikan untuk mengontrol setelah menanam. Instansi pemerintah nantinya juga akan memonitor. Jika ada tanaman atau pohon yang mati, akan kita ganti dengan yang baru,” ujarnya.

Menurut Safrizal, jika sebanyak 25% pohon mengalami pertumbuhan, maka program tanam satu juta pohon ini dinilai berhasil. Namun jika tidak dilakukan monitoring, bisa saja program ini gagal.

“Jika sebanyak 25% pohon itu membesar, itu kita katakan sukses. Dan jika gagal, kami akan monitor, dan saya sendiri akan buat gerakan monitoring tanaman,”ungkap Safrizal.

Selain Safrizal, juga berhadir Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutang Lindung KLHK RI, Helmie Basalamah, yang mengatakan Kalsel merupakan daerah pertama dalam program menanam pohon dan pulihkan lahan dan penghijauan lingkungan.

“Kalsel merupakan daerah pertama dalam program menanam pohon sebagai bentuk pemulihan lahan dan penghijauan,” ungkapnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sendiri sangat pengapresiasi program Revolusi Hijau Kalsel ini.

“Kami dari kementerian tentu sangat mengapresiasi pencanganan revolusi hijau ini,” tutup Helmie.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *