Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Kepala Sekolah dan Guru SMAN 1 Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), pekan lalu tiba-tiba diminta segera mengosongkan rumah dinas yang sudah mereka tempati selama ini.
Permintaan pengosongan rumah dinas itu datang dari Pemerintah Kabupaten Bartim, dalam bentuk surat, yang intinya sebagai berikut: dalam waktu selama 2 minggu, yakni sampai tanggal 14 April 2021, rumah dinas guru SMAN 1 Tamiyang Layang harus sudah dikosongkan.
Dalam surat itu ditegaskan, kalau tidak dilakukan pengosongan secara mandiri, maka Tim Gabungan akan membongkar bangunan yang belum dikosongkan tersebut. Surat tersebut datang dari Sekretariat Daerah Kabupaten Bartim.
Adanya surat tersebut tentu membuat guru-guru di sekolah tersebut terkejut. Menurut Megawati Bakrie (58), guru PPKN, yang sudah 27 tahun mengabdi di SMAN 1 Tamiang Layang, mereka memang sudah dibuatkan rumah dinas yang baru, namun hingga saat ini belum bisa ditempati.
“Bangunan rumah dinas guru yang baru itu hingga saat ini belum layak huni. Jangankan dapur untuk tempat memasak, kamar mandi berikut WC-nya pun tak ada. Juga jendelanya belum ada,” ucapnya, Jum’at (9/4/2021) kemarin.
Megawati menyatakan, pihaknya akan mematuhi isi surat dari Pemkab Bartim tersebut. Tapi dengan syarat, ada rumah lain tempat mereka untuk pindah.
“Asalkan rumah dinas baru itu ada kamar mandi dan WC, serta ada airnya, pokoknya layak ditempati, kami siap untuk pindah. Permintaan kami, kalau bisa setelah lebaran nanti, rumah dinas baru itu sudah siap huni dan sudah beres, kami siap pindah,” ujarnya.
Mewawati dan guru-guru lainnya berharap, rumah dinas yang baru dibangun itu agar sesegeranya dibenahi oleh pemborong proyeknya.
“Agar terlihat bagus. Baik ruangannya, maupun depannya. Tapi yang penting layak huni. Kami tidak minta apa-apa. Kami tentu mendukung setiap pembangunan di Kabupaten Barito Timur ini,” tegasnya.
Menurut Megawati, dulu tanah milik SMAN 1 Tamiyang Layang ini luasnya sampai gedung olahraga. Tapi berhubung Pemda mau membangun yang lainnya, pihak sekolah pun menyerahkan tanah tersebut. Bahkan kemudian tanah milik sekolah itu kembali diciutkan karena pihak Pemkab kembali menambah bangunan.
“Sebenarnya kami pihak guru ingin mempertahankan tanah ini, karena ini kan sudah tiga kali diciutkan. Di situ kan ada rumah dinas guru-guru, termasuk saya yang sudah mengabdi selama 27 tahun di sekolah ini,” katanya.
Meski demikian, lanjut Megawati, kalau memang rumah dinas mereka mau digusur, dan mereka dipindah ke rumah dinas baru, mereka siap menerima.
“Tapi, ya itu tadi, tempatkan kami di rumah yang layak huni. Kami tidak minta macam-macam, yang penting layak huni saja. Karena itulah, kami meminta kepada pemborong rumah dinas guru SMAN 1 Tamiyang Layang itu agar segera membenahi rumah dinas itu dan selesaikan semua yang belum selesai,” tegasnya.[]



