Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk tahun 2021 ini menargetkan pengembangan tanaman jagung pada lahan seluas 1.000 hektare yang tersebar di 10 kecamatan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distankep) Bartim, Trikorianto, pengembangan lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan bahan pakan ternak ini yang paling luas terdapat di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Raren Batuah, Paku, dan Kecamatan Pematang Karau.
“Hal tersebut sesuai target yang diminta Bupati Bartim untuk Program Jagungnisasi pada tahun 2021 ini,” katanya, Jum’at (30/4/2021) kemarin.
Trikorianto menjelaskan, Program Jagungnisasi ini dimaksudkan untuk penunjang pengembangan tanaman perkebunan. Anggarannya diambil dari dua sumber, yakni APBD Provinsi Kalteng dan APBD Murni Kabupaten Bartim.
“Sampai hari ini, penanaman untuk musim tanam April-September 2021 sudah mencapai 440 hektare,” ujarnya.
Trikorianto mengungkapkan, Program Jagungnisasi ini sepenuhnya didukung oleh pemerintah. Mulai dari bibit hingga sarana produksi pertaniannya.
“Hal itu dilakukan pemerintah untuk memastikan keberhasilan program ini. Terkait pemasaran hasil panen jagung juga tidak ada kendala, karena sudah ada pembeli di Bartim sendiri dan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang siap menampung,” pungkasnya.[]



