Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Guna meningkatkan partisipasi kelompok lanjut usia (Lansia) dalam kegiatan vaksinasi Covid-19, Pemprov Kalsel kini menggunakan teknik jemput bola.
Hal ini diutarakan Muslim selaku Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, saat ditemui usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi Satgas Covid-19 Kalsel, Kamis (3/6) siang.
“Karena minat Lansia di Kalsel untuk divaksin sangat rendah, jadi kami selaku Pemprov Kalsel telah mendiskusikan strategis, yakni teknik jemput bola,” ungkapnya.
Teknik ini, papar Muslim, telah dilakukan. Yakni dengan cara menyediakan layanan vaksin bersamaan dengan pelaksanaan ibadah. Seperti ibadah shalat Jum’at.
Selain itu, lanjut Muslim, guna meningkatkan partisipasi Lansia untuk berani divaksin, Pemprov Kalsel juga memberikan insentif kepada orang yang bisa membawa Lansia untuk divaksin.
“Untuk meningkatkan minat mereka divaksin, kita memberikan insentif kepada anak muda agar bisa membawa satu orang minimal satu Lansia untuk mengikuti program vaksinasi Covid-9,” ucapnya.
Selain dua cara di atas, Muslim menuturkan, pihaknya akan terus mengkomunikasikan informasi yang benar mengenai dampak vaksinasi.
“Kelompok Lansia ini masih banyak mendapatkan informasi yang kurang benar tentang vaksin. Maka tugas kami adalah mengkomunikasikan dan memberikan hal yang positif tentang vaksinasi ini,” katanya.
Menurut Muslim, cara-cara yang digunakan tersebut guna meningkatkan partisipasi Lansia dalam program vaksinasi di Kalsel.
“Karena persentase vaksinasi Lansia di Kalsel tergolong rendah, yakni hanya 4%. Maka kita lakukan beberapa cara yang sudah saya sebutkan di awal,” ucapnya.
Sebagai informasi dosis vaksinasi di Kalsel sendiri telah terpakai 80% dari total 419.000 dosis yang tersedia.[]



