Editor : Almin Hatta
PARINGIN – Berangkat menimba ilmu demi berkhidmat untuk pengabdian dan pulang membawa hasil. Demikianlah yang menjadi kiat isteri dari orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Balangan, Hj Sri Huriyati Abdul Hadi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, TP PKK Kabupaten Balangan yang dipimpin Hj Sri Hadi pekan lalu melakukan kaji banding sekaligus menimba ilmu dan wawasan ke Kabupaten Barito Utara (Barut), Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Hj Sri Hadi bahkan rela masuk kandang ayam.
Kini, perempuan yang akrab disapa Bunda Sri Hadi ini bersama Pokja III TP PKK Balangan langsung mencoba mengaplikasikan hasil kaji banding tersebut di sebuah lahan nantinya yang akan dijadikan percontohan bagi masyarakat.
Menggunakan pekarangan di areal perumahan dinas Bupati Balangan, penerapan program “Hatinya PKK” yang merupakan singkatan dari ‘Halaman, Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman’, menjadi pilihan untuk bereksperimen.
Menurut Bunda Sri Hadi, sebelum memilih Kabupaten Barut, memang telah dilakukan survey pemanfaatan pekarangan yang akan dijadikan salah satu lahan ujicoba.
“Kita terlebih dulu mencari referensi yang sesuai, dan Barito Utara menjadi pilihan untuk menimba ilmu tersebut,” ungkapnya kepada awak media, sambil melaksanakan kegiatan di lahan tersebut, Sabtu (12/6/2021).
Bunda Sri Hadi memaparkan, program ini kembali digalakkan karena pemanfaatan lahan pekarangan melalui Program Hatinya PKK selama ini hanya sebatas untuk kebutuhan lomba.
Padahal, lanjutnya, hal tersebut lebih kepada bagaimana upaya mengkampanyekan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai wadah beraktivitas, berpenghasilan, hingga memilih tanaman yang mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Sebut saja kasus stunting, kekurangan gizi yang membuat pertumbuhan anak terganggu. Kemudian kurangnya aktivitas ibu rumah tangga di rumah tanpa memberikan hasil yang mungkin bisa membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga,” imbuhnya.
Dengan tanaman bermanfaat bahkan mungkin bernilai ekonomis, Bunda Sri Hadi yakin akan mengurangi problem rumah tangga. Sebut saja seperti tanaman sayur mayur, toga dan berbagai tanaman lainnya, ditambah beberapa ayam petelur.
Nilai ekonomi rumah tangganya dapat, serta pemenuhan gizi secara mandiri juga akan berhasil, untuk mengurangi risiko stunting akibat kurang asupan gizi.
“Setidaknya ada hal yang tidak perlu dibeli di pasar. Selain menambah aktivitas sampingan, halaman pekarangan jadi Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman, akan mengurangi tingkat stress,” ujarnya.
Isteri Bupati Balangan ini menegaskan, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika hal tersebut benar-benar bisa diterapkan di masyarakat hingga ke pedesaan. Yakni dimulai dari para Kader PKK dan berbagai organisasi kewanitaan di Bumi Sanggam, dan seterusnya.
“Tentu ini sesuai dengan visi misi ‘Menata Kota Membangun Desa’. Meskipun sudut pandang setiap warga berbeda-beda, akan tetapi jika sesuatu itu bernilai manfaat, tidak ada salahnya bagi kita untuk mencobanya,” pungkas Bunda Sri Huriyati Abdul Hadi.[]



