Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Keterbatasan anggaran olahraga yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), rupanya berpengaruh besar terhadap kepastian atlet untuk berangkat menuju PON XX 2021 di Papua.
Besarnya biaya, diyakini menjadi salah satu penyebab ketersediaan anggaran yang dikeluarkan di 2021 ini tak memadai. Sehingga Dispora Kalsel hanya bisa berharap mampu memberangkatkan atlet melalui anggaran perubahan di akhir tahun.
Hal ini jelas membuat atlet merasa terjepit, karena pelaksanaan PON XX Papua kurang dari 3 bulan lagi. Sedangkan anggaran perubahan baru bisa ditentukan melihat pagu anggaran di 2021.
Menanggapi hal ini, Kadispora Kalsel, Drs H Hermansyah, menyampaikan, Kemendagri sudah mengeluarkan surat kepada seluruh daerah agar bisa mengeluarkan dana hibah untuk PON terlebih dahulu, dan hal itu juga berlaku untuk Kalsel.
“Kemendagri tadi sudah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan percepatan penganggaran, terkait pendanaan untuk Pekan Olahraga. Surat edaran Kemendagri ini nanti akan kita bahas lagi dengan jajaran tim anggaran Pemerintah Provinsi,” katanya, Selasa (22/6/2021).
Selain itu, papar Hermansyah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan DPRD Kalsel terkait hal ini. Sebab, lembaga wakil rakyat itu ada tim anggaran yang menentukan.
“Karena memang pendanaan untuk vaksinasi juga diserahkan ke pemerintah daerah masing-masing. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi tentu tahu bahwa kita membawa beban berat pada PON kali ini, mengingat banyaknya dana yang harus disisihkan ke sana,” ucapnya.
Kendati cukup berat, lanjut Hermansyah, paling tidak nanti ada komunikasikan, bagaimana agar keikutsertaan Kalsel pada PON Papua ini tidak terkendala dari sisi anggaran.
“Jadi Kita menyambut baik surat dari Kemendagri, paling tidak ini menjadi acuan kita untuk menetapkan besaran pendanaan untuk kegiatan PON 2021 akan datang,” ucapnya.[]



