Pemko Banjarmasin Siapkan Keamanan Sistem Informasi – IT Security Assessment

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Pemkot Banjarmasin, melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik), menggelar acara Kick Off Meeting Keamanan Sistem Informasi – IT Security Assessment pada Aplikasi Pemko Banjarmasin, di Aula Diklat BKD Banjarmasin, Senin (21/06/21).

Kegiatan tersebut dibuka lansung oleh Plt Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika ST MT, didampingi Ketua Tim ITSA BSSN, Sigit Setiono SST dan Endah Widiastuti SSos MAp, serta jajaran teknis terkait di lingkup Pemko Banjarmasin.

 

Wanita yang akrab disapa Windi tersebut memaparkan, kedepannya akan dilakukan uji coba 3 aplikasi keamanan. Yakni E-Sakip, Rekomendasi Kesbangpol, dan aplikasi ELOK. Apabila pada ketiga hal itu masih ditemukan celah dan dapat diretas, maka akan diminta saran dari tim BSSN.

“Pada assesment ini akan diuji keamanan 3 aplikasi sebagai uji coba 3 aplikasi ini. Yaitu E-Sakip, aplikasi dari Kesbangpol, dan terakhir aplikasi ELOK yang dimiliki oleh Kecamatan Banjarmasin Utara,” katanya.

Windi menceritakan, ketiga aplikasi ini akan dicoba seolah-olah dimasuki oleh hacker. Sehingga akan terlihat, apakah aplikasi tersebut sudah aman. 

Ketika ternyata belum aman, lanjut Windi, maka nanti akan ada masukan-masukan dari tim BSSN terkait apa saja tindakan atau langkah-langkah yang harus dilakukan. Agar aplikasi-aplikasi yang dibangun dan dikembangkan di Pemko Banjarmasin bisa aman.

Windi berharap, dengan aplikasi tersebut dapat membantu keamanan database Pemko Banjarmasin dari serangan para peretas atau Hacker.

“Pada hari ini Pemko Banjarmasin melaksanakan pembukaan acara Information Technology Security Assesment (ITSA). Yaitu penilaian keamanan aplikasi dan website yang dimiliki Pemko Banjarmasin, yang dilakukan oleh BSSN atau Badan Siber dan Sandi Negara,” ujarnyha.

Windi menyebutkan, tujuan acara ini adalah agar aplikasi dan website yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin aman dari serangan hacker yang bisa merusak atau mencuri data-data.

“Ini juga sebagai pelaksanaan kegiatan smart city, dan sistem pemerintahan berbasis elektronik bisa terlaksana dengan baik, sehingga tercapai targetnya di tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *