Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Dalam rangka membantu pemulihan perekonomian Banua yang terdampak pandemi Covid-19, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel memberi bantuan wakaf UMKM kepada 25 pelaku usaha kecil.
“Hari ini kita memberikan bantuan wakaf UMKM. Program ini sudah berjalan dan diharapkan mampu membantu pelaku usaha,” ucap Zainal Arifin, Kepala ACT Kalsel, kepada media, seusai lauching wakaf usaha mikro ACT Kamis (24/6) pagi.
Menurut Zainal Arifin, pemberian bantuan ini sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, dengan nominal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) sampai Rp1.500.000.
“Karena di masa pandemi ini pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan, jadi kita memberikan langsung uang cash. Nantinya para pelaku usaha itu dapat membelanjakan uang tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucapnya.
Selain modal usaha, papar Zainal, ACT juga melakukan pendampingan sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku usaha mikro.
“Nantinya ada tim yang akan mendampingi sekaligus mengedukasi para pelaku usaha, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti modal habis dan usaha yang tidak jalan,” ujarnya.
Karena ini bersifat wakaf, lanjut Zainal, maka nantinya uang yang telah diberikan sebagai tambahan modal usaha akan dikembalikan kepada ACT. Dengan catatan, pengembalian uang sesuai nominal yang diserahkan.
“Modal ini harus diserahkan kembali kepada kami, tapi pelaku usaha cukup membayar pokoknya (nominal semula) saja,” tegas Ketua ACT Kalsel ini.
Di sisi lain, Zainal menyebutkan, jika keadaan usaha pelaku UMKM membaik, maka tim ACT bisa memberikan tambahan modal.
“Jadi, ini merupakan salah satu program kita. Yakni sedekah mikro, tanpa pengembalian dana karena sifatnya sedekah,” tutup Zainal.
Sementara itu, Tugiman, salah seorang pedagang mie ayam di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, merasa terbantu dengan hadirnya program wakaf usaha mikro dari ACT ini.
“Semenjak pandemic, pendapatan kita menurun. Namun dengan adanya modal ini, mudahan roda usaha kita bisa berjalan lancar kembali,” ucapnya.
Tugiman yang berdagang mie ayam sejak 2010 ini menyatakan, adanya bantuan ACT ini membuatnya tidak perlu meminjam uang kesana kemari.
“Dengan adanya bantuan ini, kita tidak harus ngutang ke mana-mana lagi. Insya Allah usaha bisa berjalan lagi,” ujarnya.[]



