Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Kurangnya asupan daging di daerah pedesaan, menjadi alasan bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pelaksanaan ibadah qurban tahun ini diadakan di daerah pedesaan.
Hal ini diutarakan Wakil Ketua Pelaksana Baznas Kalsel, Saddam Nurhidayat, dalam press conference yang digelar Baznas, Rabu (7/7).
“Sebagaimana kita ketahui, asupan gizi melalui daging masih rendah di Indonesia pada umumnya. Maka melalui kegiatan ‘Qurban Pemberdayaan Desa” kita akan memberikan daging kepada warga yang membutuhkan. Terutama warga di daerah yang jarang menerima daging qurban, seperti di desa-desa dan kampung,” ucapnya.
Saddam menjelaskan, pelaksanaan ibadah qurban di pedesaan oleh Baznas ini sudah dilakukan sejak tahun 2018.
Melalui konsep ini, papar Saddam, Baznas akan membeli hewan qurban dari peternak di desa-desa, dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian keluarga peternak.
Selain itu, lanjut Saddam, Baznas Kalsel nantinya akan melibatkan masyarakat desa dalam kegiatan rutin tahunan ini.
“Pelaksanaanya pun kita pilih di desa. Jadi penyembelihan hewan qurban nantinya akan melibatkan masyarakat langsung,” ujarnya.
Seluruh Baznas di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel nantinya juga akan dilibatkan dalam program ‘Qurban Pemberdayaan Desa’ ini.
“Teknisnya, kita akan melibatkan seluruh Baznas di 13 Kabupaten/Kota dari ujung ke ujung. Jadi hewan qurbannya akan kita sebar,” ucapnya.
Saddam mengungkapkan, tahun 2021 ini Baznas Kalsel menargetkan penerimaan dana qurban sebanyak Rp673.400.000, dengan cakupan 26 ekor sapi di 13 Kabupaten/Kota. Namun realisasi penerimaan sampai saat ini masih di angka Rp85.000.000, dengan cakupan 5 ekor sapi.
Untuk masyarakat yang ingin menunaikan ibadah qurban, Baznas Kalsel membuka layanan qurban online melalui beberapa mitra digital seperti Bersedekah, Peduli Sehat, Tokopedia, Shoppe, Bukalapak, Lazada, Blibli, Elevania, JDID, Gotix, Line, dan E – Sallam.[]



