Yanti, Ibu Muda yang Sabar Mendampingi Anak Belajar secara Daring

Yanti, Ibu Muda yang Sabar Mendampingi Anak Belajar secara Daring

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Pandemi Covid-19 yang sudah lebih satu tahun mendera seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengharuskan anak-anak untuk mengikuti pelajaran sekolah secara daring.

Sistem baru ini tentu saja tak mudah diterapkan, dan mengharuskan adanya orangtua untuk mendampingi anak-anaknya ketika belajar secara jarak jauh tersebut.

Hal itu pula yang dirasakan oleh Rusmalayanti (Yanti), seorang ibu rumah tangga, warga Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kita ini kan bukan guru, hanya seorang ibu rumah tangga yang tak mengerti bagaimana caranya membimbing anak ketika mengikuti pelajaran dari guru secara daring. Jadi, terus terang, kita kerepotan,” ujarnya, Selasa (6/7/2021).

Di sisi lain, papar Yanti, pandemi Covid-19 ini menyebabkan kegiatan usaha mengalami kesulitan. Intinya, pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menurun.

“Tapi, saya lebih mengutamakan pendidikan anak-anak kami. Karena itu, selaku orangtua, saya harus sabar dalam mendampingi anak-anak mengikuti pembelajaran secara daring di masa pendemi Covid-19 yang kita hadapi bersama ini,” ujarnya.

Yanti memiliki dua orang anak. Yang pertama sekolah Madrasyah Ibtidaiyah Matabu kelas III, dan yang kedua masih kelas I di sekolah yang sama. 

“Jadi dua orang anak kami ini saya dampingi dalam pembelajaran sekolah sistem daring. Masing-masing anak ini ada jadwal pembelajarannya yang berbeda setiap hari,” ucapnya.

Yanti mengaku agak kerepotan dalam mendampingi kedua anaknya mengikuti pelajaran secara daring tersebut. 

“Apalagi ditambah dengan adanya pekerjaan lain. Pertama sebagai ibu rumah tangga, sudah pasti banyak kesibukan mengurus rumahnya. Selain itu, saya ada usaha sampingan. Yakni buka warung,” ujarnya. 

Meski demikian, sebagai seorang ibu, Yanti merasa pendidikan anak-anaknya menjadi tanggung jawabnya dan harus diutamakan.

“Jadi kita harus bisa menerima kondisi dunia yang sudah terjadi seperti ini. Kita hanya bisa menerima dengan ikhlas dan menghadapinya dengan penuh kesebaran,” tuturnya. 

Menurut Yanti, dalam pendampingan anak mengikuti pelajaran dari sekolah ini, yang harus dilakukan adalah menumbuhkan kesabaran orangtua itu sendiri.

“Ketika mendampingi anak-anak belajar, jangan pernah bertindak keras. Carilah cara yang lebih lembut, sehingga anak-anak bisa memahami mengenai pelajaran yang diberikan guru-gurunya,” katanya.

Anak-anak Yanti sendiri setiap hari mengikuti pembelajaran dari sekolah secara daring dengan waktu paling lama 2 jam. 

“Satu hari 2 pak pelajaran bagi kelas I. Sedangkan untuk yang kelas III pelajarannya tiga pak. Jadi saya dampingi dengan penuh kesabaran. Saya sebagai orangtua tentu berharap anak-anak saya menjadi pintar, meski harus belajar sistem daring. Dan, Alhamdulilah, nilai sekolah mereka baik-baik saja, dan naik kelas,” tuntasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *