BOR ICU dan Isolasi Meningkat, Pemprov Kalsel Ambil Langkah Strategis

BOR ICU dan Isolasi Meningkat, Pemprov Kalsel Ambil Langkah Strategis

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel), kini mengalami peningkatan.

Kabar mengkhawatirkan ini diutarakan Pj Gubernur Kalsel, Dr Safrizal ZA, dalam Rapat Koordinasi Kontijensi Gelombang 2 Covid-19 di Aula Mathilda, Mapolda Kalsel, Rabu (7/7) siang.

“Dari data yang kita peroleh, hunian atau BOR untuk ICU kita sudah mencapai angka 51,1%. Ini artinya kapasitas ICU kita sudah terpenuhi 50% lebih, bahkan di 2 rumah sakit BOR-nya sudah 100%. Kemudian untuk BOR Isolasi di rumah sakit hunian sudah mencapai 44,9%,” ungkap Safrizal.

“Untuk Bor di wilayah kita sendiri mengalami peningkatkan. Untuk BOR ICU menyentuh angka 51,1%, dan BOR Isolasi berada di angka 44,9%,” imbuhnya.

Safrizal menyebutkan, peningkatan BOR ini dikarenakan adanya penambahan kasus infeksi Covid-19 di Kalsel yang terbilang masif. 

“Rata-rata kasus infeksi itu biasanya kurang dari 50 kasus per hari. Namun untuk hari ini ada 100 kasus infeksi Covid-19. Kami hari ini melihat angka BOR yang naik dan isolasi yang naik dibanding minggu kemarin,” ucapnya.

Safrizal menjelaskan, meningkatnya BOR Isolasi ini mengalami kenaikan dibanding dengan minggu kemarin. Jika minggu kemarin BOR Isolasi berada di angka 38,6%. Maka untuk minggu ini BOR Isolasi berada di angka 44,9%.

Begitu pula, lanjutnya, untuk BOR ICU mengalami peningkatan di banding minggu kemaren. Jika minggu kemarin, yakni pada tanggal 4 Juli BOR ICU mencapai 40%, dan 5 Juli BOR ICU capai angka 44%. Namun satu hari setelahnya, di tanggal 6 Juli, BOR ICU sudah berada di angka 51%.

Safrizal menegaskan, meningkatnya BOR ICU dan Isolasi ini tentu membuat Pemprov Kalsel mengumpulkan seluruh kepala rumah sakit yang ada di Kalsel dalam rapat kontijensi Covid-19 gelombang kedua ini.

“Jadi hari ini kami kumpulkan semua kepala rumah sakit, dan kami juga mengusulkan penambahan BOR Isolasi sebanyak 30%. Baik itu Rumah Sakit Pemerintah maupun Swasta,” katanya.

Safrizal juga mengingatkan, tak hanya menambah BOR Isolasi, Pemprov Kalsel juga menambah sebanyak 22 tenda darurat yang diperkirakan dapat menambah sebanyak 36,3% dari rencana total penambagan tempat tidur pasien Covid-19.

Di sisi lain, Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs Rikwanto SH MHum mengatakan, hari ini merupakan salah satu evaluasi semua komponen penanganan Covid-19 yang ada di Kalsel. 

“Kegiatan hari ini merupakan antisipasi andai kata kejadian di Jawa dan Bali terjadi di Kalsel, sekaligus evaluasi,” ucapnya.

Rikwanto menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan beberapa hal jika Covid-19 gelombang 2 masuk secara masif di Kalsel.

“Untuk mencegah sekuat-kuatnya Covid-19 gelombang 2 di Kalsel, tentunya kami mempersiapkan beberapa hal, seperti membuat ketentuan-ketentuan yang dimotori oleh pemerintah daerah. Misalnya pembatasan maupun penyekatan di beberapa perbatasan. Seperti di Kalimantan Tengah sudah memberlakukan keluar masuk harus pakai PCR, sama dengan di Kalimantan Timur. Dua provinsi tetangga kita ini cukup tinggi untuk penularan Covid-19,” jelasnya. “Intinya adalah untuk mencegah sekuat-kuatnya penyebaran Covid-19 gelombang di Kalsel,” imbuhnya.

Simulasi-simulasi, lanjut Rikwanto, juga akan dilakukan demi menghadapi infeksi Covid-19 di Kalsel.

“Kita akan melakukan simulasi-simulasi yang diperlakukan, untuk menghadapi penularan Covid-19 gelombang 2 ini, seperti kesiapan tenda, nakes, alkes, dan kesiapan relawan-relawan,” terangnya.

Diakhir Kapolda Kalsel berharap agar penyebaran Covid-19 gelombang 2 tidak masuk di Kalsel. “Dan kita sama-sama berdoa, bahwasanya penyebaran Covid-19 gelombang 2 tidak melebarkan sayapnya di Kalimantan Selatan, Aamiin,” tutupnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *