Editor : Almin Hatta
BATULICIN – Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) hingga saat ini baru mencapai 10% dari jumlah penduduk. Karenanya, Pemerintah Daerah terus berupaya agar semua penduduk bersedia menjalani vaksinasi tersebut.
Apalagi dalam waktu dekat ini umat Islam akan memasuki pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 H. Tentu ada langkah yang harus dirumuskan, guna menghindari klaster baru, terutama dalam pelaksanaan shalat Idul Adha.
Demikian disampaikan Bupati Tanbu dr Zairullah Azhar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda, para ulama, dan tokoh masyarakat, di ruang rapat Kantor Bupati Tanbu, Selasa (07/07/2021).
“Ini yang membuat kita harus bertindak optimal. Yakni membuat langkah-langkah strategis. Antara lain pendekatan kepada ulama. Apalagi ini terkait dengan upaya mengantisipasi klaster shalat ied,” katanya.
Kalau melihat petunjuk dari pusat, papar Zairullah, maka tergantung kondisi lapangan (daerah masing-masing). “Kalau memang zona hijau, tak ada masalah. Tapi kalau merah semua, apa boleh buat, kita harus mengikuti apa yang sudah diinstruksikan pusat,” ujarnya.
Mengenai instruksi dari pemerintah pusat ini, Zairullah menyerahkan tindak lanjutnya kepada pihak Kemenag, apakah bisa melaksanakan shalat ied berjamaah atau tidak.
“Kalau terkait ibadah qurban, pembagian dagingnya bisa diantar ke rumah, atau sistem pembagiannya memerlukan teknis khusus. Kerena itu kami sangat membutuhkan berbagai masukan dari para tokoh dan ulama yang bisa membaca bagaimana situasi dan langkah yang semestinya harus kita lakukan,” ucapnya.
Sementara itu, Sekda Tanbu, DR H Ambo Sakka, mengatakan, tujuan rakor yang melibatkan perwakilan Forkopimda, tokoh dan para ulama ini, adalah untuk mencari ‘win win solution’ tentang bagaimana penanganan Covid yang terbaik sesuai dengan harapan dan instruksi pemerintah pusat.
“Kalau tidak bisa menurunkan angka Covid, minimal mampu bertahan pada posisi sekarang ini,” ujarnya.
Ambo Sakka menjelaskan, melihat hasil evaluasi terakhir penanganan Covid di Kalimantan Selatan, atau di Tanah Bumbu, maka saat ini masih memungkinkan untuk melaksanakan ibadah di tempat biasa.
“Tapi kita tidak tahu instruksi untuk di daerah. Sementara untuk Jawa dan Bali sudah ada instruksi Presiden, mengingat adanya PPKM Darurat maka shalat Idul Adha berjamaah ditiadakan, dan cukup di rumah masing masing. Tapi untuk di luar Jawa dan Bali, diluar PPKM Darurat, masih kita cermati sampai menjelang Idul Adha nanti,” paparnya.
Meski demikian, lanjut Ambo Sakka, pada intinya melalui pertemuan ini pihaknya mengajak semua elemen untuk saling memberikan masukan tentang strategi yang dilakukan. Sehingga ada harapan Tanah Bumbu masih bisa memungkinkan shalat Idul Adha berjamaah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kemudian, lanjutnya, Pemerintah Daerah dengan instruksi yang diberikan Bupati, agar memaksimalkan persiapan pendukung prokes. Baik itu masker dan hand sanitizer, sampai ke desa maupun RT, kemudian secara terpadu didukung TNI/Polri serta Satpol PP, masyarakat dan MUI.
“Secara teknisnya pemerintah daerah bertanggung jawab. Namun rakor yang melibatkan berbagai unsur ini diharapkan memberikan masukan tentang strategi khusus yang dilakukan,” pungkasnya.[w]



