Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Seorang perangkat Pemerintahan Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sempat menangis agar bisa divaksin.
Kabar tak lazim namun menarik ini diungkapkan oleh Nilulisa Amd, Sekretaris Desa Gumpa, kepada Maknanews, Selasa (6/7/2021) kemarin.
Nilulisa bercerita. Perangkat Desa Gumpa yang sangat ingin divaksin ada sebanyak 6 orang. Yakni Nilulisa sendiri, Novita Bertian, Leriantu, Sumbur Wati, Fartini, dan Dina.
Untuk itu, mereka mengajukan permohonan untuk divaksin ke Puskesmas Edison Jaar, Kecamatan Dusun Timur. Tapi tak mendapat tanggapan.
Beberapa waktu kemudian, Kepala Desa Gumpa mengantar sejumlah warga lanjut usia (Lansia) untuk divaksin pada kegiatan vaksinasi massal yang digelar pihak Puskesmas Edison Jaar. Bersamaan dengan itu, perangkat Desa Gumpa pun didaftakan pula sebagai peserta vaksinasi. Tapi juga tak ada tanggapan.
“Jadi sudah dua kali kami mendaftar. Lalu kami tanyakan langsung kepada petugas kesehatan yang ada di Desa Gumpa, khususnya mengenai jadwal bagi perangkat desa untuk vaksinasi. Ternyata dijawab belum ada,” tutur Nilulisa.
Kemudian, papar Nilulisa, mereka mendapat info ada pelayanan vaksinasi massal di Polres pada Selasa 6 Juli 2021 kemarin. Mereka pun datang ke Mapolres Bartim di Tamiyang Layang.
“Tapi ternyata pada pelayanan vaksinasi massal di Polres ini pun kami dinyatakan tidak bisa ikut divaksin. Kami kecewa, dan salah satu dari kami sempat menagis,” ujarnya, tanpa menyebutkan siapa diantara mereka berenam itu yang menangis.
Untunglah, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak petugas pelayanan vaksinasi di Mapolres Bartim tersebut, pada akhirnya mereka 6 orang perangkat Desa Gumpa itu diperbolehkan ikut disuntik vaksin.
“Kami pun lega dan gembira, dan tentu saja tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua petugas yang telah bersedia melayani kami untuk divaksin,” ucap Nilulisa.[]



