Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Menjelang Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan 14.500 ekor sapi untuk ibadah qurban.
Menurut Kepala Disbunak Kalsel, Suparmi, sebanyak 14.500 stok sapi ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Disebutkan, tahun 2020 Disbunnak hanya menyediakan sebanyak 12.900 ekor sapi.
“Persediaan sapi ini pasti surplus. Alhamdulillah antusiasme masyarakat melaksanakan ibadah qurban tahun ini mengalami peningkatan. Kalau realisasi di tahun 2020 kita cuma menyediakan 12.900 ekor sapi, maka tahun ini kita siapkan 14.500,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Jum’at (9/7) pagi.
Tren positif pelaksanaan ibadah qurban ini, menurut Suparmi, dikarenakan adanya gairah ekonomi yang berbeda terjadi di Kalsel dibanding di daerah lain.
“Gairah ekonomi di daerah kita yang berbeda dibanding daerah-daerah lain, menurut saya merupakan faktor peningkatan antusiasme qurban ini. Karena, Kalsel ini bukan hanya mengandalkan sektor pariwisata, tapi kita juga kuat di sektor pertanian,”ujarnya.
Sapi yang disediakan Disbunnak pun beragam. Mulai dari sapi lokal sampai sapi jenis Limousin. “Kalau pembeli mau sapi yang lebih besar, ya biasanya yang dipilih Limousin,” ucapnya.
Ditanya mengenai pemeriksaan hewan qurban, Suparmi menjelaskan, pihaknya telah memeriksa kesehatan hewan ternak ini. Baik sebelum maupun nanti mendekati pelaksanaan qurban berlangsung.
“Untuk pemeriksaan kita telah berkoordinasi dengan perhimpunan dokter hewan, yang mana kita juga sudah melakukan pengecekan kesehatan hewan. Baik itu sebelum (ante mortem) maupun setelah pelaksanaan qurban (post mortem),” jelasnya.
Saat pelaksanaan qurban nantinya, tim Disbunnak Kalsel juga akan langsung turun ke lapangan. “Untuk daerah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, nanti akan ada tim kita yang melakukan pengecekan ke lapangan. Namun untuk kabupaten lainnya, yang turun nanti tim dari Disbunnak Kabupaten setempat,” ungkapnya.
Suparmi mengimbau untuk tim penyembelih hewan qurban, hendaknya memenuhi protokol kesehatan seperti 3M, dan mengantarkan daging qurban langsung ke rumah masing-masing penerima.
“Saya juga mengimbau agar penyembelihan hewan qurban ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti 3M (Mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan), jika pelaksanaan ibadah qurban itu dekat dengan rumah potong sebaiknya penyembelihan dilaksanakan disana saja dan sebaiknya daging qurban nya diantarkan pantia langsung kerumah saja,” tutupnya.[]



