Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Biasanya sorak sorai pendukung ramai terdengar setiap ada perhelatan olahraga. Namum kali ini, hal tersebut tak terdengar lagi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalsel 2021.
Digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, gelaran event olahraga pelajar tahunan ini sudah dilaksanakan sejak Senin (12/7). Namun, karena menerapakan Protokol Kesehatan ketat, maka dilaksanakan secara tertutup atau tanpa penonton.
Bukan hanya itu, peserta yang masuk area pertandingan pun dibatasi oleh panitia, kendati sebelumnya izin dari Satgas Penanggulangan Covid-19 sudah dikantongi.
Dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yakni renang, kempo, tinju, dayung, karate, judo, atletik, panahan, voly pasir, dan taekwondo. Popda tahun ini pun digelar di tempat-tempat berbeda, seperti GOR Hasanuddin HM Banjarmasin.
Digelar tanpa penonton, panitia juga menerapkan aturan lain, dimana peserta atau pengunjung yang memasuki area pertandingan harus melakukan tes swab terlebih dahulu, yang diterapkan terkait prokes.
“Tahun ini peraturan lebih ketat, khususnya terkait prokes. Pengunjung atau peserta wajib melampirkan hasil tes swab, apabila ingin berada di area pertandingan,” kata Panitia Cabang Renang, Zuhrianur.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel, M Fitri Hernadi, menyampaikan, memang sulit mengadakan Popda tahun ini. Tetapi memperhatikan perkembangan atlet Kalsel ke depan, Popda tetap dilaksanakan.
“Banyak aturan tambahan yang harus kita terapkan. Diantaranya terkait prokes, karena pelaksanaan Popda tahun ini masih di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.
Untuk itu, selama satu pekan ke depan, Fitri berharap peraturan tetap dijaga dan dipatuhi, agar berjalannya kegiatan tak terganggu, baik kepada masyarakat maupun peserta.[]



