Pandemi, PAD Kota Banjarmasin Capai 50%

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Hingga pertengahan tahun 2021 sekarang ini, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin sudah mencapai 44,94% atau setara dengan Rp160 milyar. 

Hal ini dikatakan Kepala Bakeuda Kalsel, Subhan Noor Yaumil, saat dihubungi via telepon, Senin (13/7). 

“Capaian PAD Banjarmasin hingga pertengahan tahun 2021 ini, dari target Rp320 Miliar, kini sudah terealisasi 44.94% atau setara dengan Rp160 miliar lebih,” ucapnya.

Subhan menjelaskan, PAD ini terdiri dari sektor penerimaan pajak seperti retribusi, pajak hotel, pajak restoran, pajak penerangan jalan, dan lain-lain. 

Untuk rincian penerimaan pajak terdiri dari Pajak Daerah yang telah terealisasi sebanyak 53,10% atau senilai Rp89,5 miliar lebih, dengan target awal Rp168 Miliar. Kemudian Retribusi dengan realisasi 35,42%, dan Pajak Hotel dengan realisasi 55,11%. 

“Keseluruhan pencapain PAD ini di pertengahan tahun telah mencapai hampir 50%,” ujarnya. 

Subhan menilai, walaupun diterpa pandemi Covid-19, ternyata penerimaan pajak daerah di Kota Banjarmasin tidak mengalami penurunan. 

“Untuk kendala di lapangan tidak ada, dan realisasi pajak sendiri sudah mencapai 50%. Walaupun pandemic, pengelolaan pajak yang kami terima tercapai,” ungkapnya. 

Ditanya pajak jenis apa yang paling banyak menyumbang PAD Kota Banjarmasin, Subhan menjawab Pajak Hotel dan Restoran merupakan sektor pajak yang menjadi jawara.

“Penerimaan pajak paling banyak itu di sektor restoran dengan capaian 55,11 %, setara dengan Rp24,2 Miliar dari target awal Rp44 Miliar,” katanya. 

Adanya penerimaan pajak hotel yang menunjang PAD Kalsel ini tentunya membuat Bakeuda Kalsel terus melakukan monitoring. 

“Kita akan terus mengawasi sektor perhotelan dan sektor lainnya yang mana juga melakukan monitoring mengenai laporan perpajakan dari pihak mereka,” tutup Subhan.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *