Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Menutup gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalsel 2021, beberapa cabang sudah mulai memasuki hari terakhir pertandingan, Kamis (15/7).
Digelar secara hikmat tanpa penonton dan mengedepankan protokol kesehatan (prokes), antusias para atlet pelajar rupanya sangat besar, mengingat minimnya kompetisi dalam kurung waktu dua tahun terakhir.
“Sejak masa pandemi, hampir tak ada kejuaraan olahraga bersipat umum, sehingga banyak atlet khususnya pelajar yang sangat antusias menyambut POPDA 2021 ini,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Drs H Hermansyah MM, Kamis (15/7).
Tak hanya latihan, papar Hermansyah, impian terbesar atlet adalah pertandingan, karena disana banyak yang bisa didapat. Baik itu pengalaman, kemampuan bertanding, dan hal lainnya untuk perkembangan atlet.
Sehingga, POPDA 2021 kali ini disambut sangat antusias oleh atlet pelajar dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebagai salah satu tolak ukur hasil dari latihan mereka selama ini, dan beberapa cabang pun sudah memasuki hari terakhir pertandingan.
“Sepengetahuan kita, ada beberapa cabang yang hari ini selesai dipertandingkan, seperti renang, gulat, tinju, dan dayung, serta beberapa cabang sudah bisa memutuskan siapa juara umum masing-masing,” katanya.
Dari beberapa cabang, nampaknya Kabupaten Tanah Laut (Tala), tahun ini menjadi kuda hitam sebagai juara umum POPDA 2021, mengingat raihan medali mereka untuk satu cabang seperti renang saja sudah mencapai 11 emas, 2 perak, 1 perunggu. Diikuti Banjarbaru dengan 6 emas, 2 perak 3 perunggu, dan Tapin dengan 3 emas 2 perak. Serta Banjarmasin dengan 2 emas 12 perak 9 perunggu.
Terlepas dari Tala yang memimpin di atas, Tapin rupanya juga berhasil mempertahankan reputasinya. Kendati hanya diperingkat tiga untuk cabang renang, namun beberapa cabang unggulan pihaknya seperti gulat masih memungkinkan untuk menambah perolehan medali.
“Kita yakin akan terus naik, sementara secara keseluruhan kita berhasil meraih lima medali emas yang disumbangkan dari renang dan gulat. Tapi gulat masih berjalan, dan ini cabang unggulan kita juga yang kita yakini dapat menambah perolehan medali emas untuk Tapin,” kata Ketua Kontingen Tapin, Hj Aminah.
Namun, untuk cabang gulat, Tim Banjarmasin nampaknya juga tak bisa dipandang remeh, karena sejak berita ini dikeluarkan, Banjarmasin untuk cabang gulat sudah meraih 4 medali emas, dan sementara peraih medali terbanyak.
Pelatih Tim Gulat Banjarmasin, Indra Safri, mengatakan, setidaknya 4 emas untuk kelas bebas sudah cukup bagus di tengah minimnya jumlah atlet yang diikutkan, dan ia berharap di kelas grego tim gulat Banjarmasin bisa kembali menambah perolehan medali.
“Yang kita khawatirkan atlet kita cedera, karena ada yang turun di dua kelas. Sementara tim lain turun dengan kekuatan penuh,” ucapnya.
Sedangkan untuk cabang tinju, beberapa daerah cukup imbang dalam meraih medali, sampai berita ini ditulis, setidaknya untuk Banjarmasin saja sudah meraih dua medali emas di cabang yang digelar di Sasana Tinju Pertina Kalsel, Wisma Antasari, Korem 101/Antasari ini.
“Untuk cabang tinju antusias luar biasa besar, anak-anak rupanya sangat bersemangat dengan adanya pertandingan ini, dan kita memberikan apresiasi cukup besar untuk cabang ini,” kata Hermansyah.[]



