Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Partai Golkar peduli kesehatan dan ekonomi masyarakat. Itulah kiranya yang dilakuan DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Timur (Bartim), Rabu (22/9/2021) kemarin.
Bertempat di Kantor DPD Partai Golkar Bartim di Tamiyang Layang, dan dibantu petugas kesehatan dari Puskesmas Tamiang Layang dan Puskesmas Edison Jaar, kegiatan vaksinasi yang digelar Partai Golkar ini menyasar 200 orang masyarakat umum.
Pelaksanaan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat umum ini dihadiri Ketua DPRD Bartim, Nur Sulisttio SPd I, dan anggota DPRD Bartim dari Partai Golkar.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bartim, H Supriatna, pelaksanaan pelayanan vaksinasi ini merupakan tindak lanjut apresiasi anggota DPR RI, Drs Mukhtarudin (dari Partai Golkar), terhadap masyarakat Bartim.
“Kegiatan ini kami gelar atas kerjasama dan dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bartim, Puskesmas Tamiang Layang dan Puskesmas Edison Jaar,” katanya.
H Supriatna menjelaskan, kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya Partai Golkar untuk ikut serta memerangi pandemi Covid-19. Yakni dengan menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) di tengah masyarakat.
Kalau kelompok masyarakatnya sehat, papar Supriatna, tentu ekonominya ikut bangkit. Hal ini sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang juga Menko Perikonomian.
“Karena diberi tugas dari pimpinan pusat, maka kita laksanakan pada hari ini. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Supriatna menyebutkan, jatah vaksin yang dilaksanakan Golkar kali ini sebanyak 200 orang untuk vaksinasi tahap pertama.
“Ternyata banyak warga yang datang mendaftar untuk ikut vaksinasi yang kita laksanakan ini, jumlahnya melebihi target. Jadi, nanti kita minta lagi kepada pimpinan untuk jatah vaksin di Bartim,” ucapnya.
Ada yang menarik dalam kegiatan vaksinasi yang digelar Partai Golkar ini. Yakni, setiap warga yang divaksinasi diberi beras 5 Kg.
“Beras tersebut merupakan kepedulian Partai Golkar kepada warga yang lagi menghadapi masa pandemi Covid-19 ini, sekaligus sebagai mengganti satu hari warga meninggalkan pekerjaannya untuk mengikuti vaksinasi,” ucap Supriatna.[]



