Editor : Almin Hatta
PARINGIN – Dalam rangka sinergitas pencapaian Indikator Kinerja Makro Pembangunan Daerah Kabupaten Balangan Tahun 2021-2026, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Balangan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Tingkat Pengangguran Terbuka”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bappedalitbang, yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappedalitbang, Rakhmadi Yusni, Rabu (29/09/2021).
FGD ini menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Balangan, Deddy Winarno, Rizki Dianing Wardhani, dan Badal Imanuddin, serta diikuti oleh peserta dari Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Balangan.
Mengawali acara ini, Kepala Bappedalitbang dalam arahannya menyampaikan, kegiatan FGD dilaksanakan dengan tujuan menyamakan persepsi dan menghasilkan kesepakatan bersama dalam mencapai target-target pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam Perda RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2021-2026.
Untuk itu, kepada peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali berbagai informasi dan pemahaman terkait tema yang dibahas.
“Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam melakukan analisis tentang pembangunan suatu daerah. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Balangan mengalami kontraksi atau menurun dari 3,18% tahun 2019 menjadi -2,47%, bahkan menempati urutan terendah kedua se-Kalimantan Selatan,” katanya.
Kondisi ini terjadi, papar Rakhmadi Yusni, karena struktur ekonomi Kabupaten Balangan didominasi oleh sektor pertambangan. Sehingga apabila terjadi penurunan atau pergerakan di sektor ini, maka akan berpengaruh signifikan terhadap PDRB dan laju pertumbuhan ekonomi.
“Berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku (AHDB) tahun 2020, 5 (lima) kontribusi lapangan usaha terbesar di Kabupaten Balangan adalah Pertambangan dan Penggalian (58,91%), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (12,23%), Perdagangan Besar dan Eceran (5,96 %), Administrasi Pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial (5,16%) dan Kontruksi (4,68%),” ungkapnya.
Rakhmadi Yusni menguraikan, besarnya kontribusi sektor pertambangan ini merupakan tantangan dan peluang bagi Pemerintah Daerah untuk dapat mengambil peran dan juga berupaya meningkatkan sektor lain, sesuai dengan potensi daerah.
“Sesuai dengan indikator sasaran pada misi kedua RPJMD Kabupaten Balangan, yaitu peningkatan PDRB sektor pertanian dan perikanan, perdagangan, industry pengolahan, serta akomodasi dan makan minum, maka diharapkan perangkat daerah yang membidangi pertanian dan perikanan, perdagangan, perindustrian dan pariwisata, dapat melakukan berbagai strategi dan inovasi untuk meningkatkan kinerja sektor-sektor tersebut,” ujarnya.
Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT), lanjut Rakhmadi, Kabupaten Balangan masih di bawah provinsi Kalsel, yaitu 2,46%. Namun diharapkan tidak hanya angka saja yang menjadi ukuran, tapi juga kualitas dari pekerjaan tersebut.
“Kedepannya, perangkat daerah yang membidangi tenaga kerja agar lebih bersinergi dengan BPS dan Statistik Sektoral, dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja dan membuka peluang kerja di Kabupaten Balangan,” imbuhnya.
Selanjutnya disepakati bersama, bahwa dalam usaha mencapai target harus diawali dengan sumber data (dasar maupun sektoral) yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga kedepannya perangkat daerah akan lebih intensif berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.
Pada akhir FGD, Kepala Bappedalitbang berharap agar perangkat daerah dapat menjalankan tugas dan fungsinya, untuk mencapai target dan sasaran yang telah ditentukan dalam RPJMD dan dijabarkan dalam Rencana Strategis perangkat daerah. Kedepannya akan digelar kembali FGD dengan tema-tema yang menjadi indikator kinerja utama Kabupaten Balangan.[]



