Bupati Balangan Tinjau Kondisi Jalan Alternatif

Bupati Balangan Tinjau Kondisi Jalan Alternatif

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

PARINGIN – Sejak ditutupnya akses untuk melintasi jembatan yang ada di Ibukota Kabupaten Balangan, Paringin, yang merupakan Jalan Nasional A Yani antar provinsi di Kalimantan Selatan (Kalsel), pengguna jalan harus melewati jalur alternatif di jalan lingkar timur dan jalan Desa Bungin.

Namun jalan alternatif yang seyogyanya memang bukan untuk dilintasi angkutan bertonase besar tersebut tampak rusak dan berlobang, dan sering dikeluhkan masyarakat Bumi Sanggam.

Keluhan demi keluhan warga bertebaran terkait kondisi jalan alternatif yang rusak parah ini, ditambah banyaknya angkutan berat yang terjebak di lobang jalan yang mengakibatkan macet di sepanjang jalur.

Menyikapi keluhan tersebut, Bupati Balangan, H Abdul Hadi, sudah menginstruksikan langsung Dinas PUPR agar segera memperbaiki jalan alternatif, sehingga aktivitas warga tidak terganggu.

Bukan hanya itu, meski harus berkotor-kotor dan berdebu, Bupati asli orang banua ini juga turun langsung mengecek kondisi jalan di dua jalan alternatif, Kamis (30/09).

“Kita berusaha menangani kerusakan jalan alternatif ini dengan perbaikan dan penambalan jalan, malam tadi dan pagi tadi kami monitor perbaikan jalan lingkar timur. Siang tadi kami minta supaya PUPR memperhatikan juga jalan Lampihong Mantimin,” katanya, di sela peninjauan tersebut.

Dinas PUPR juga sudah menurunkan alat berat ke lokasi jalan yang diperbaiki. Yakni Jalan Gunung Pandau, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan. Material batu diturunkan, kemudian diratakan, untuk memperbaiki kondisi jalan berlubang.

Ada beberapa ruas jalan berlubang yang ditangani oleh Dinas PUPR Kabupaten Balangan. Selain itu, penanganan juga dilakukan di Jalan Desa Bungin yang merupakan jalur alternatif serupa.

 

“Kami harap warga bersabar, jalan alternatif ini tidak mungkin kita perbaiki total karena akan sia-sia. Selain itu, anggaran kita masih terbatas, kita (Pemkab Balangan, red) akan menangani secara intens perbaikan dan pemeliharaan jalan,” terangnya.

Selain itu, Abdul Hadi juga memerintahan Dinas PUPR agar melakukan perbaikan di jalur jalan Kecamatan Lampihong dan Jalan Mantimin Kecamatan Batumandi. Kondisi dua jalan tersebut juga mengalami kerusakan.

Perlu diketahui, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan resmi menutup Jembatan Paringin mulai Kamis 23 September 2021 pukul 00.00 Wita. Sejak saat itu pengendara harus melintasi di jalan alternatif yang kondisinya juga rusak parah akibat angkutan dengan tonase besar melintasi jalan alternatif ini.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Balangan, Rina Ariyani, pihaknya telah melakukan proses  perbaikan jalan alternatif secara bertahap demi kenyamanan pengendara.

 

“Ada dua jalan alternatif. Yaitu jalan lingkar timur dan jalan Desa Bungin, dan pemeliharaan ini akan dilakukan selama tiga bulan ke depan,” katanya.  

Selain itu, lanjut Rina, pihaknya juga akan melakukan perbaikan di sepanjang jalan yang masuk wewenang jalan kabupaten, secara bertahap.

Di pihak lain, menyikapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Balangan, M Ifdali, menyampaikan, warga yang melintas di jalan alternatif agar berhati-hati, karena kemungkinan jalan licin akibat hujan.

“Mudahan-mudahan pada anggaran tahun 2022 jalan ini sudah diaspal,” harapnya.

Ifdali, mewakili masyarakat, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperbaiki jalan ini, yang merupakan imbas dari kondisi Jembatan Paringin yang sedang diperbaiki.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *