Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Ansipasi dampak La-Nina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel, rapatkan barisan.
Hal ini ditegaskan Mujiyat selaku Kepala BPBD Kalsel saat ditemui di sela acara pengukuhan TP-PKK Provinsi Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa (2/11).
“Kita rapat dulu bersama Forkopimda beserta pihak Kabupaten/Kota, untuk menentukan bahwa kita kini memasuki fase siaga,” ucapnya.
Sebelum menggelar rapat bersama, papar Mujiyat, pihaknya telah mengkomunikasikan peringatan cuaca dari BMKG ke BPBD daerah, sebagai bentuk persiapan tanggap bencana.
“Informasi dari BMG sudah kita share ke daerah-daerah. Sehingga daerah sudah bisa mempersiapkan untuk kontigensinya persiapan prabencana, seperti apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Mujiyat menegaskan, adanya potensi bencana akibat dampak La Nina ini tentunya BPBD Kalsel tidak tinggal diam.
“Otomatis, dengan melihat bencana tahun kemarin, kita sekarang tidak boleh lengah,” tegasnya.
“Informasi sekecil apapun, harus disikapi. Kalau kemarin yang bisa kita lihat dan jadikan pelajaran, kita harus lebih hati-hati dan memperhatikan tanda-tanda dari alam,” tambahnya.
Sebagai informasi, menurut informasi dari BMKG, perkiraan curah hujan untuk Kalsel masih tinggi, dan masyarakat diminta tetap waspada. Karena di tanggal 4 November nanti, perkiraan BMKG akan terjadi hujan lebat sebagai dampak La Nina.
Mujiyat menilai, adanya curah hujan yang tinggi ini merupakan tanda-tanda dari sebuah bencana.
“Jadi gejala informasi, tanda-tanda, itu memang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bencana itu sendiri,” katanya.
Menyikapi adanya perkiraan hujan lebat dari dampak La-Nina ini, tentu mengarahkan BPBD Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan manajemen sebelum terjadi sebuah bencana.
“Jadi kita minta tolong kepada BPBD setempat, seperti BPBD Kotabaru dan Tabalong, yang sudah mempersiapkan dan antisipasi. Dan nanti di hari Rabu kita ada sosialisasi antara BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ungkap Mujiyat.[]



