Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Akhir-akhir ini beberapa sopir truk angkutan mengeluhkan kurangnya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar.
Menyikapi hal tersebut, ratusan sopir truk dan angkutan lainnya menggelar aksi mogok di Banjarmasin, Selasa (2/11) awal pekan lalu.
Aksi mogok para sopir truk dan angkutan ini tentu membuat LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) KAKI (Komite Anti Korupsi Indonesia) Kalsel mendatangi kantor PT Pertamina di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (8/11).
Ratusan massa KAKI Kalsel yang dinakhodai H Ahmad Husaini (H Usai), dalam orasinya menduga penyaluran BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. Sehingga banyak masyarakat maupun sopir truk dan angkutan yang tidak kebagian.
“Kita mendapati ada banyak masyarakat maupun sopir truk dan angkutan yang menjadi korban, karena kesulitan mendapatkan BBM. Ini diduga karena penyaluran BBM bersubsidi yang kurang tepat,” ucapnya.
Pentolan KAKI Kalsel ini menduga, ada oknum yang ingin mengeruk keuntungan dari penjualan BBM Bersubsidi kepada sektor industri dan pertambangan, yang mana distribusi BBM Subsidi ini dinilai tidak tepat sasaran.
“Banyak perusahaan yang berkedok transportir BBM, dan ini tentu harus ditindak tegas. Lalu, akibat banyak ulah oknum yang ingin mengeruk keuntungan, banyak masyarakat yang terkena dampaknya. Padahal, hal tersebut jelas melanggar UU Migas. Oleh karena itu, pihak terkait harus menindak tegas,” ujarnya saat berorasi di depan Kantor PT Pertamina Banjarmasin.
Menurut H Usai, tidak hanya sopir yang dirugikan dari adanya penyelewengan distribusi BBM bersubsidi ini. Sebab, harga bahan pokok di pasaran pun kerap terkena imbas. Sehingga masyarakat secara umum pun harus membeli bahan pokok dengan harga lebih mahal.
“Ada efek domino dari kelangkaan BBM ini dan pasti berimbas kepada harga-harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Sebab, para sopir yang biasanya dengan mudah mendapatkan BBM harus antri hingga berhari-hari,” tegasnya.
“Hal-hal seperti ini merupakan keluhan para sopir angkutan. Pihak terkait kita harap segera bertindak dengan cepat. Agar kesulitan para sopir mendapatkan BBM segera teratasi,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sales Brands Manajer VI PT Pertamina Kalselteng , Fajar W, mengapresiasi KAKI Kalsel yang berani menyampaikan aspirasi dan keluhan rakyat kepada pihaknya.
“Kita apresiasi KAKI Kalsel yang sudah menyampaikan aspirasi masyarakat, dan sampai dengan saat ini sudah ada tiga SPBU yang kita beri sanksi karena melakukan distribusi BBM subsidi di atas ambang batas,”ungkap Fajar.[]



