Kiprah Bunda Sri: ‘Manusia Memanusiakan Manusia’

Kiprah Bunda Sri: ‘Manusia Memanusiakan Manusia’

Diposting pada

PARINGIN  – “Manusia Memanusiakan Manusia.” Itulah semboyan yang dipakai oleh istri orang nomor satu di Kabupaten Balangan, Hj Sri Huriyati Hadi, dalam aksi nyata membantu Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ia sudah membantu penanganan beberapa ODGJ, melalui usaha-usaha yang tidak mudah. Mulai dari membujuk sang pasien, mendatangi beberapa kali, dan masalah lainnya, yang semuanya menguji langkahnya dalam mencapai tujuannya. Yakni “Manusia Memanusiakan Manusia” tadi.

Risiko berinteraksi dengan orang tidak waras tentu menjadi ‘makanan’ wanita yang kerap disapa Bunda Sri tersebut. 

Mungkin saja akan diamuk atau diludahi, misalnya. Bau tidak sedap sudah pasti. Pasalnya, mereka biasanya tidak mandi serta tidak gosok gigi sampai berhari-hari. Itu sudah menjadi risikonya.

Hj Sri Huriyati Hadi datang ke tempat para ODGJ tidaklah sendirian. Ia ditemani beberapa tim. Mulai Tim  SBC, Budi Luhur, serta instansi terkait lainnya.

Salah satu pasiennya adalah Al, yang dievakuasi dari Desa Pilanduk, Kecamatan Halong. Al ini selama 15 tahun terpasung.

Setelah beberapa kali melakukan kunjungan untuk melihat kondisi AL, Ketua TP PKK Balangan, Hj Sri Huriati Hadi, bersama dinas-dinas terkait akhirnya berhasil mengeluarkan AL dari pondok yang tanpa penerangan sedikit pun. Bunda Sri berhasil membebaskan Al dari pasungan yang sudah 15 tahun dijalaninya. Selanjutnya  AL dibawa ke RSJ Sambang Lihum Banjarbaru, dan akan dimasukan ke Budi Luhur Banjarbaru, nantinya.

“Dari sini kita akan bawa Al ke Sambang Lihum untuk diobati dulu selama satu bulan, terus nantinya pihak Budi Luhur sudah siap menerimanya untuk diberikan pelatihan dan keterampilan,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Bunda Sri menitipkan seorang pasien ODGJ berinisial M di Budi Luhur Banjarbaru, untuk menjalani perawatan dan pelatihan keterampilan.

Ternyata, saat ini M sudah memiliki usaha rumahan, yaitu berjualan roti. Meski masih kecil-kecilan, yang dilakukan M ini setidaknya sudah bisa belajar berusaha dan mencari nafkah untuk anak-anaknya. Diharapkan kondisinya bisa terus membaik.

Sebelumnya diketahui, dalam upaya mengembalikan kehidupan sosial pasien M seperti dulu lagi, Sri Huriyati Hadi meminta penanganannya bisa diberikan maksimal.

Ia berharap, setelah pulang dari Budi Luhur, M bisa membawa pulang keterampilan yang didapatkan di sana, dan bisa mengerjakannya dengan baik.

“Bagaimana caranya mengembalikan kehidupan sosialnya seperti dulu lagi. Jadi, dengan begitu, dia bisa berinteraksi dengan orang dan masyarakat sekitar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bunda Sri juga memiliki pasien ODGJ asal Desa Batu Merah, Kecamatan Lampihong. Yakni R, yang terpaksa harus dipasung selama tiga tahun karena berpotensi membahayakan orang lain.

“Alhamdulillah, R kini terlihat sudah mulai membaik dan tidak membahayakan orang-orang,” beber Bunda Sri Huriyati usai menyambangi Rumah R di Kecamatan Lampihong, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, R yang dulu yang harus dipasung karena berpotensi membahayakan orang lain, kini sudah tidak harus dipasung lagi.

Bunda Sri berharap, setiap permasalahan ODGJ yang ada di Kabupaten Balangan tidak ada lagi harus dipasung. Karena hal tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).[]

 

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *