Sedih, Yanti Ungkapkan Kakinya Penuh Lumpur

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Jalan raya yang menghubungkan kawasan Simpang Mundai terus ke Marangga, Matabu, hingga Desa Jaar di Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), pada beberapa titik berubah menjadi kubangan lumpur.

Yanti dengan sedih mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Pasalnya, pedagang keliling ini harus menuntun sepedanya agar tak jatuh ketika melintas di jalan yang penuh lumpur tersebut.

“Nih, kaki saya penuh lumpur. Sepeda tak bisa saya naiki ketika melewati kawasan jalan yang penuh lumpur. Sepeda sulit dikendalikan. Kalau dipaksakan, tentu akan jatuh,” ujarnya, dengan nada sedih, ketika bertemu dengan wartawan Maknanews di kawasan tersebut, Minggu (5/12/2021) kemarin.

Karena itu, Yanti berharap kepada pihak pemerintah, atau instansi yang berwenang, agar segera memperbaiki ruas jalan yang sudah tak terlihat aspalnya karena berubah menjadi kubungan lumpur tersebut.

“Sebenarnya, selain di Simpang Mundai ini, ada lagi sejumlah titip jalan rusak, yakni arah masuk wilayah Marangga. Jalan ini menghubungkan antara Desa Jaar dan Desa Matabu,” ujarnya.

Seorang Bhabinsa setempat juga menyatakan hal serupa. Ia mengaku kasihan melihat anak-anak sekolah yang melewati jalan berlumpur seperti ini.

“Saya sedih melihat baju seragam mereka sampai kotor oleh lumpur. Saya tentu berharap, semoga jalan ini segera diperbaiki oleh pemerintah atau instansi terkait,” katanya.[]

 

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *