Harga Minyak Goreng Naik , Stok Sembako Masih Aman

Harga Minyak Goreng Naik , Stok Sembako Masih Aman

Diposting pada

BANJARMASIN – Akhir-akhir ini harga minyak goreng terus mengalami kenaikan. Konon, hal ini disebabkan berkurangnya CPO (Crude Palm Oil) dan banyaknya permintaan (demand) di pasaran. 

Setidaknya, demikianlah yang diutarakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (24/12/2021. 

“Kenaikan ini dikarenakan CPO yang kurang, serta banyaknya permintaan dari luar,” katanya. 

Tezar mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng di Banjarmasin sudah terjadi secara secara berangsur-angsur sejak Mei lalu. 

“Hingga sekarang, kisaran harganya sudah Rp18.000 – Rp20.000,”ungkapnya. 

Walaupun mengalami kenaikan harga, papar Tezar, namun ketersediaan stok minyak goreng masih aman di pasaran. 

Adanya kenaikan harga minyak goreng ini, lanjut Tezar, membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah konkrit. Yakni mengadakan pasar murah. 

“Langkah kita selaku Pemerintah Kota Banjarmasin pastinya mengadakan pasar murah. Kita juga sudah melakukan kurang lebih sepuluh kali pasar murah. Delapan diantaranya bekerjasama dengan Koperasi Harum Manis. Sedangkan dua lainnya bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel,” ujarnya.

Tezar mengakui, pasar murah ini tidak bisa mengcover semua keperluan masyarakat. Tapi pihak Pemko Banjarmasin akan terus menggelar pasar murah di awal tahun depan, yakni Januari 2022. 

Di sisi lain, ada Lena yang mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng di pasaran. Menurut pedagan makanan ini, kenaikan tersebut jelas memberatkan. Terutama bagi para pedagang yang menjual makanan. 

“Jujur, dengan adanya kenaikan harga ini tentu kita sebagai pedagang makanan keberatan. Karena harga sebelum naik itu Rp13.000/liter, dan paling tinggi Rp15.000/liter. Sekarang malah melonjak naik jadi Rp 18.000,”ungkapnya. 

Menurut Lena, kenaikan ini jelas berimbas kepada mengeluarkan tambahan biaya untuk modal berjualan. 

“Karena harga minyak goreng naik, mau tidak mau kita harus keluar lebih untuk modal,” tutupnya.[]

 

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *