TAMIYANGLAYANG – Bertoleksono selaku pemilik tanah berisi kebun karet seluas sekitar setengah hektare warisan orangtuanya, mengeluhkan ulah orang yang menyadap kebun karetnya tersebut tanpa sepengetahuannya.
“Kebun karet milik saya itu ternyata disadap oleh orang, tanpa sepengetahuan saya. Kebun karet itu biasanya menghasilkan sekitar 8 kilogram karet dalam satu hari panen,” katanya kepada Maknanews, Minggu (6/2/2022).
Menurut Bertoleksono yang lebih akrab dengan nama panggilan Abah Moses ini, masalah ini baru diketahuinya setelah diberitahu oleh tetangganya.
“Tetangga menyebutkan, kebun karet saya yang terletak di wilayah Kelurahan Tamiyang Layang itu ditebas (dibersihkan rumputnya, red), dan pohon karetnya disadap orang,” ujarnya.
Mendapat kabar tersebut, Abah Moses langsung memeriksa kebunnya. Ternyata benar, ada orang yang sedang menoreh (menyadap) pohon karet di kebunnya itu. Orang tersebut juga terlihat membersihkan rumputnya.
“Saya langsung menghentikan ulah orang yang menyadat pohon karet milik saya tersebut. Saya katakan kepadanya, saya pemilik kebun ini bisa menyadap sendiri tanpa kamu,” ujarnya.
Selain itu, papar Abah Moses, ada sejumlah pohon Balangiran (pohon dengan kualitas kayu mahal, red) yang ternyata ditebang orang tanpa sepengetahuannya.
“Pohon karet di kebun milik saya itu umurnya kira-kira 30 tahun, dan menghasilkan getah karet sekitar 8 kilogram sehari. Tanahnya seluas setengah hektare, terletak di RT 13 Kelurahan Tamiang Layang. Tanah dan kebun ini sebenarnya warisan dari orangtua saya,” tuturnya.
Abah Moses mengaku keberatan dengan ulah orang yang menyadap pohon karet di kebunnya tersebut.
“Saya sudah melaporkan masalah ini kepada pihak Kelurahan. Tapi ternyata saya justru disuruh mengukur kembali tanah saya tersebut. Padahal sudah jelas tanah itu milik saya, dan saya tidak enak ada yang bermasalah di tanah saya,” katanya.
Abah Moses menegaskan, tanah kebun itu kepemilikannya sudah lama, turun-temurun dari orangtuanya. Saya berharap kepada pihak terkait bisa menyelesaikan permasalahan ini, karena saya mau bikin SKT, dan sekaligus bikin sertifikat tanahnya,” imbuhnya.[]
Editor : Almin Hatta



