TAMIYANGLAYANG – Kristina Paende SPd MM selaku Pendamping Guru Penggerak (PGP) Pengajar Praktik (PP) untuk guru di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengharapkan agar Guru Penggerak dapat menjadi pemimpin di sekolah.
Harapan ini diungkapkan Kristina ketika melakukan persiapan Lokakarya III, berkaitan dengan pelaksanaan Program Pendidikan Calon Guru Penggerak (CGP) di SMAN1 Tamiyang Layang, Senin (7/3/2022).
“Apa yang menjadi tugas sebagai Guru Penggerak (GP), intinya adalah bagaimana guru penggerak ini bisa menggerakkan dirinya sendiri, menggerakkan guru-guru lainnya, menggerakkan kelompok-kelompok yang lain, supaya bisa mengajar siswa dengan sebenarnya, dengan berpihak kepada siswa,” katanya.
Menurut Kristina, untuk kemajuan pendidikan ke depan, maka diperlukan adanya guru penggerak (GP). Disebutkannya, GP adalah harapan kemajuan sekolah.
“GP ini sudah melalui pendidikan selama 9 bulan, yang berjumlah 15 orang untuk Kabupaten Barito Timur,” ujarnya.
Kristina selaku salah seorang pengajar peraktik GP menyatakan, menjadi GP bukan hal mudah. Harus mengikuti beberapa tahapan seleksi yang begitu menantang.
“Makanya, untuk Barito Timur ini hanya 15 orang. Dan ini juga termasuk Program Kementerian,” tegasnya.
“Kami sebagai pengajar praktik selaku pendamping mereka, juga harus mengikuti tahapan tes yang sangat menantang, karena harus mempunyai kompetensi yang mumpuni,” imbuhnya.
Meski demikian, lanjut Kristina, keberhasilan yang dicapai GP tentu juga akan dirasakan oleh pendamping.
“Istilahnya, keberhasilan mereka, keberhasilan kami. Sebaliknya bila mereka gagal, kami juga gagal,” ujarnya.
Kristina berharap, GP yang ada di Bartim ini bisa menggerakkan dirinya sendiri, mengerakkan komunitas yang ada di sekolahnya. Dan bisa menggerakkan guru-guru lain di Bartim.
“Dengan tujuan, meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik, serta menjadi pemimpin-pemimpin di sekolah,” tuntasnya.[]
Editor : Almin Hatta



