Lembaga Pembinaan Mualaf Kecamatan Paku Harapkan Bantuan Fasilitas

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Sari Hastuti terpilih sebagai Ketua Lembaga Pembinaan Mualaf (LPM) Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng),

Sari Hastunti yang merupakan warga Desa Tampa ini awalnya adalah Ketua Majelis Taklim Bina Mualaf se-Kecamatan Paku.

Setelah diadakan konsolidasi dakwah oleh Majelis  Ulama Indonesia (MUI) dan Kemenag Bartim beberapa waktu lalu, keluarlah gagasan dari Sari Hastuti untuk membentuk Pengurus LPM se-Bartim.

“Kebetulan saya dipercayakan masuk kengurusan di wilayah Kecamatan Paku, sebagai Koordinator Dakwah Pembinaan Mualaf. Warga non mualaf pun  bisa saja ikut gabung, kalau ada kemauan diperbolehkan saja,” katanya ketika ditemui Maknanews di kediamannya, Sabtu (11/2/2023).

Sari Hastuti menjelaskan, dalam LPM ada program pembinaan, dengan bentuk dakwah bil lisan melalui ceramah-ceramah dan pengajian yasinan, khotbah Jum’at, dan pertemuan para jamaah antar desa di masjid-masjid.

Selain itu, papar Sari Hastuti, juga ada dakwah amal dalam bentuk penyuluhan memanfaatkan momen- momen tertentu seperti hari raya besar Islam, safari dakwah dengan mengadakan buka puasa bersama dalam acara ‘Ramadhan Harmoni’.

Jaga ada kegiatan berbagi sembako dan perangkat alat shalat untuk para mualaf, serta hal-hal lain dalam upaya pendekatan dan penetapan iman dan taqwa para mualaf tersebut.

“Pada Hari Raya Qurban pengurus membagikan  daging hewan qurban, membagikan daging/ikan  kaleng, serta melakukan dakwah bil kalam berupa tulisan-tulisan nuansa Islami yang diposting melalui WhatsApp, facebook,” ujarnya.

Melalui medsos tersebut, lanjut Sari Hastuti, pihaknya berharap agar siapa saja bisa melihat dan mengkuti tayangannya.

“Untuk program tambahan, ada training pembinaan teknik membaca Alqur’an untuk orang dewasa dan orangtua, dengan tujuan membebaskan buta aksara qur’an bagi para mualaf dan juga non mualaf. Alhamdulilah untuk Kecamatan Paku sudah terselenggara pada tanggal 5 Februari kemarin, melalui kerjasama dengan Yayasan Cinta Alqur’an Podasen Bogor, hampir 100 peserta yang mengikuti program tersebut,” tuturnya.

Selain itu, LPM juga memprogramkan pemberdayaan ekonomi, yang berupa praktik langsung. Jadi tak sekadar teori semata. Dengan harapan para mualaf ini dapat mengatasi kesulitan perekonomian keluarganya, sehingga ketetapan iman dan taqwanya tidak berubah saat menghadapi masa-masa sulit.

Untuk semua kegiatan tersebut, Sari Hastuti berharap adanya bantuan pemerintah terkait dengan kelengkapan fasilitas atau peralatan, seperti laptop, printer, dan perlengkapan lainnya.

“Sehingga semua program bisa terlaksana dengan baik, ter-update, dan terpublikasikan,” harapnya.[]

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *