TAMIYANGLAYANG – Dalan rangka upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), di ruang rapat Kantor Bupati, Rabu (3/5/2023).
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Bartim, Habib Said Abdul Saleh, didampingi Asisten II Amrullah, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB), H Rusdianor. Hadir pula Kepala OPD terkait dan undangan lainnya.
Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Wakil Bupati Habib Said Abdul Saleh mengharapkan agar TPPS Bartim dapat bekerjasama dengan baik. Sehingga dapat menekan angka stunting di Bartim.
“Saya berharap TPPS ini nantinya bekerjasama dengan baik, sehingga angka stunting di Barito Timur benar-benar bisa menurun,” ujarnya.
Sementara Kepala DP3AKB Bartim, yang juga Sekretaris TPPS, H Rusdianor, menjelaskan, pelaksanakan Rakor TPPS kali ini merupakan yang pertama, di mana dalam satu tahun dilaksanakan minimal dua kali rapat.
“Saya tadi mewakili Pak Sekda selaku Ketua Tim, menjelaskan tugas apa saja dari masing-masing anggota Tim. Termasuk pembagian tugas dari masing-masing SOPD,” katanya.
Rusdianor dalam Rakor tersebut juga menjelaskan tentang jalur pelaporan, yang dilaksanakan per semester. Untuk semester pertama pada Juni, dan semester kedua pada Desember.
“Kami dari DP3AKB ini sebagai Sekretaris Tim, mengkoordinir segala sesuatunya. Termasuk pelaporan. Artinya kami yang membuat laporan, namun sumber pelaporan tersebut berasal dari dinas-dinas maupun anggota tim yang terkait. Misalnya dari DPMDSos, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Peternakan, dan dinas lainnya yang terlibat,” ungkapnya.
H Rusdianor menyebutkan, program penanganan stunting di Bartim sudah sejak tahun 2018. Pada tahun 2021 lalu, angka stunting Bartim sebesar 33,7%, nomor dua terbanyak di Kalimantan Tengah.
“Pada 2022 persentase kita sudah menurun menjadi 26,9%. Artinya ada penurunan 6%. Hal itu merupakan hasil kerjasama Tim Penurunan Stunting Bartim,” ucapnya.
Untuk tahun 2023 ini, diharapkan turun menjadi 22, 85%. Kemuduan tahun 2024, secara nasional turun menjadi 14%, untuk provinsi Kalteng 15,3%, dan untuk Bartim diharapkan berada di kisaran 18-19%.[]
Gazali Rahman 3’/5/ 2023. (Ad F)



