Terlibat Tawuran, 4 Siswa SMAN 1 Tamianglayang Dikeluarkan

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Pihak SMAN 1 Tamianglayang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), memutuskan mengeluarkan 4 siswa dari sekolah tersebut.

Empat siswa tersebut terlibat dalam tawuran antar pelajar di Komplek Olahraga Taman Nansarunai, Tamianglayang, pada Kamis (12/10/2023) lalu.

Keputusan tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Tamianglayang, Istiqomah, dalam pertemuan dengan Pengawas SMA Bartim, Ketua Komite SMAN 1 Tamianglayang, Kasatpol PP Bartim, Satbinmas Polres Bartim, Koramil 1012-04 Tamianglayang, orangtua/walisiswa, serta 10 siswa SMAN 1 Tamianglayang yang terlibat tawuran.

Pengawas SMA Bartim, Nur Sofianingtyas, kepada wartawan mengungkapkan, dari 10 siswa SMAN 1 Tamianglayang yang terlibat tawuran pelajar, 4 orang diantaranya dikeluarkan dari sekolah tersebut. Sedangkan 6 orang lainnya masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menandatangani surat pernyataan bersama orangtua masing-masing.

“Enam siswa itu masih diberikan kesempatan memperbaiki diri. Sedangkan 4 siswa yang dikeluarkan itu dinilai tidak bisa lagi diberikan kesempatan, karena sudah melebihi batas toleransi yang diberikan sekolah,” ujarnya.

Nur Sofianingtyas menambahkan, mereka yang masih diberi kesempatan bertahan di SMAN 1 Tamianglayang harus kembali rajin ke sekolah, mengikuti aturan sekolah, dan berjanji tidak akan melanggar aturan sekolah, sesuai dengan kesepakatan pernyataan yang sudah ditandatangani saat didamaikan dengan pelajar sekolah lain di Polsek Dusun Timur pada 13 Oktober 2023 lalu.

Sedangkan kepada 4 siswa yang dikeluarkan dari sekolah, pihak SMAN 1 Tamianglayang tetap berupaya membantu mencarikan sekolah yang baru. Namun keputusan untuk menerima mereka atau tidak, tetap kewenangan sekolah yang dituju.

Terkait adanya orangtua yang keberatan, Nur Sofianingtyas menegaskan bahwa di setiap sekolah sudah ada aturan yang disosialisasikan setiap awal tahun pelajaran.

“Harapan kami, ya orangtua bekerja sama dengan sekolah untuk mematuhi aturan itu secara bersama-sama. Makanya ada peringatan pertama, peringatan kedua, dan peringatan ketiga. Setelah peringatan ketiga, akan dikembalikan kepada orangtua (dikeluarkan dari sekolah). Begitu memang aturannya,” ucapnya. 

Tawuran antar pelajar yang terjadi pada 12 Oktober 2023 lalu melibatkan pelajar dari Kecamatan Patangkep Tutui dan Dusun Timur. 

Tawuran terjadi dipicu aksi saling ejek dalam chat WhatsApp, kemudian saat ada yang tersinggung mereka saling menantang untuk menentukan tempat bertemu dan berkelahi. Selain menantang bertemu, masing-masing pihak juga mengajak teman untuk terlibat dalam permasalahan itu.

Mereka sempat menentukan tempat tawuran di Bundaran Tugu Gunung Perak di Desa Jaar, namun kemudian dialihkan ke Taman Nansarunai Tamianglayang.[]

 

Gazali Rahman 20/10/ 2023. (BE MO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *