Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Peningkatan Potensi Alam DIY

Diposting pada

YOGYAKARTA – Komisi II DPRD Kalsel menggali informasi ke Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (APSDA) Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (12/1).

Rombongan dipimpin Sekretaris Komisi II M Iqbal Yudiannoor yang diterima langsung Kepala Biro APSDA (DIY) Yuna Pantawati. 

Yuna menyampaikan, beberapa potensi lokal sudah mengalami peningkatan sesuai instruksi Gubernur Nomor 27/INSTR/2022 terkait Kolaborasi dan Sinergi Pentahelix Pengembangan Potensi Lokal untuk seluruh kabupaten/kota. Hal ini sebagai dasar pengembangan potensi lokal khususnya ke pelosok daerah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

“UMKM yang sudah terdata di di Platform “SiBakul” sebanyak kurang lebih 340 ribu yang tersebar di kabupaten/kota. Platform ini tidak hanya pendataan saja, tetapi juga pembinaan dan pendampingan dari dinas Koperasi UMKM dan stakeholder,” ucapnya.

Di sisi lain, Iqbal menuturkan, potensi pertanian di Kalsel tak perlu diragukan lagi. Tak hanya sektor perkebunan, tanaman pangan, hortikultura serta peternakan juga sangat berpotensi bila diolah dengan baik.

“Salah satu alternatif untuk mendukung pengembangan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam yang ada di suatu wilayah dapat dilakukan melalui penyusunan Neraca Sumber Daya Alam,” ucap Politisi PAN itu.

Penyusunan neraca sumber daya alam ini berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam yang dapat menguntungkan baik secara ekonomi dan lingkungan serta adanya kelangsungan bagi kesejahteraan masyarakat untuk generasi sekarang dan generasi penerusnya.

“Neraca ini tidak mengarah kepada SDA saja, sektor kelautan dan UMKM itu juga kita tingkatkan dua kali lipat,” tambahnya.

Di akhir pertemuan yang hangat ini, Iqbal berharap kedepannya dengan adanya optimalisasi neraca perekonomian ini, potensi lokal di Banua dapat meningkat dan kesejahteraan para pelaku UMKM juga semakin meningkat. Itu juga berimbas pada SDA yang melimpah dan dipergunakan secara baik.

“SDA kita sudah cukup ya baik, hanya pengolahanya saja yang kita tingkatkan,” tuturnya.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *