Pemkab Barito Timur Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid KLA 2025, Bupati Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak

Diposting pada

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI secara daring, Jumat (25/4/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Barito Timur M. Yamin didampingi Gugus Tugas KLA Kabupaten Barito Timur, Franz Sila Utama, Asisten I Setda Bartim Ari Panan P. Lelo, Plt. Kepala DP3AKB Hotmaria beserta jajarannya.

Dalam paparannya, Bupati M. Yamin menegaskan bahwa anak adalah aset berharga yang memiliki peran strategis dalam pembangunan masa depan bangsa. Ia menyebutkan bahwa sepertiga dari penduduk Barito Timur atau sekitar 26.950 jiwa merupakan anak-anak.

“Peningkatan kualitas hidup anak-anak dan perlindungan terhadap hak-hak mereka adalah prioritas penting pemerintah daerah,” ujarnya.

Komitmen untuk mewujudkan Barito Timur sebagai Kabupaten Layak Anak diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan strategis. Di antaranya, Pemerintah Daerah telah memasukkan target dan capaian KLA ke dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD.

M. Yamin juga menyebut sejumlah langkah konkret, termasuk penetapan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kabupaten Layak Anak, pengembangan lembaga pendidikan ramah anak, layanan kesehatan yang berpihak pada anak melalui RS dan Puskesmas Ramah Anak, hingga penyediaan ruang publik ramah anak.

Selain itu, Pemkab Bartim juga tengah mempersiapkan pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) tahun ini sebagai bentuk perlindungan yang lebih sistematis.

“UPTD PPA akan melibatkan psikolog klinis, pekerja sosial, konselor, dan bekerja sama dengan lembaga seperti Kemenag, Pengadilan Agama, Polres, Kejaksaan, hingga Pengadilan Negeri,” papar Bupati.

M. Yamin menambahkan, kebijakan KLA ini sejalan dengan Asta Cita keempat yang menitikberatkan pada pembangunan SDM, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, dan perlindungan kelompok rentan.

“Program ini mendukung prioritas nasional Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam hal perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sejak 2021, Barito Timur telah mengikuti evaluasi KLA, meski belum berhasil meraih predikat. Namun, Pemkab terus berkomitmen mendukung KLA melalui penyediaan anggaran, pelibatan Forum Anak, media, dunia usaha, dan lembaga masyarakat.

“Dengan semangat kolaboratif, kami optimistis dapat mewujudkan generasi muda yang unggul, terlindungi, dan siap menjadi pilar pembangunan bangsa,” tutup M. Yamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *