TAMIANGLAYANG – Udara pagi di Desa Matabu terasa berbeda hari itu. Di halaman Masjid Utsman Bin Affan, warga mulai berkumpul, sebagian besar membawa harapan yang sederhana: bisa merayakan Iduladha dengan penuh berkah. Di tengah-tengah mereka, Bupati Barito Timur, M. Yamin, berdiri menyerahkan secara simbolis hewan qurban—satu dari 123 ekor sapi yang akan disalurkan ke seluruh pelosok kabupaten.
“Sapi bantuan dari Presiden ini jenis Brangus, beratnya mencapai 824 kilogram,” ujar Bupati M. Yamin, sambil menunjuk hewan qurban berwarna cokelat gelap yang berdiri gagah di sampingnya, Kamis (5/6). Sapi itu memang istimewa. Bukan hanya karena ukurannya yang besar, tapi karena ia menjadi simbol perhatian langsung dari orang nomor satu di negeri ini untuk masyarakat Barito Timur.
Total ada 123 ekor sapi yang disiapkan untuk Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Rinciannya: 95 ekor dari Pemerintah Kabupaten, 25 ekor bantuan dari Gubernur Kalimantan Tengah, 1 ekor dari Presiden Republik Indonesia, dan 2 ekor dari Bank Kalteng Cabang Tamiang Layang. Semua itu akan disebar ke 10 kecamatan, menyasar masjid dan langgar sebagai titik distribusi utama.
“Ini bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan. Semoga bantuan ini membangkitkan rasa toleransi dan kebersamaan antarumat, serta menumbuhkan rasa syukur di momen penuh makna ini,” lanjut Yamin.
Iduladha bukan sekadar hari penyembelihan hewan qurban. Di balik tumpukan daging yang dibagikan, ada nilai-nilai yang terus dijaga: keikhlasan, solidaritas, dan keinginan untuk berbagi. Dan di Barito Timur, semangat itu terasa kuat.
Tak hanya menyentuh sisi spiritual, program qurban tahun ini juga menjadi upaya mempererat silaturahmi, membangun rasa gotong royong, dan memperkuat posisi pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat—yang hadir tidak hanya dalam program besar, tapi juga di hari-hari yang menyentuh hati rakyat.
“Semoga penyerahan qurban ini membawa keberkahan bagi kita semua, memperkuat silaturahmi, dan menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tutup Bupati.
Di tengah semangat Iduladha, 123 ekor sapi itu bukan hanya angka. Mereka adalah lambang cinta, wujud nyata bahwa di Barito Timur, kebahagiaan hari raya dibagi bersama.



