TAMIANGLAYANG – Mantir Balai bersama para tokoh adat Dayak Maanyan menggelar ritual Netek Tumpang Liura sebagai pembuka rangkaian Acara Adat Buntang Hajat keluarga besar Bunan Nataloto di Desa Jaar RT 13, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Minggu (6/7/2025) malam.
Upacara ini dipimpin langsung Mantir Balai, Yendisno, dan dihadiri Damang Kepala Adat Paju Sapuluh, Luitson, bersama Mantir Adat, Pangulu Adat, Wadian, Balian, tokoh adat, warga Desa Jaar, dan undangan lainnya.
“Netek Tumpang Liura berarti memulai ritual adat sebagai tanda sah dimulainya seluruh rangkaian acara. Ini wajib dilaksanakan, sesuai hukum adat Dayak Maanyan,” jelas Yendisno dalam sambutannya.
Ia mengatakan, ritual adat semacam ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan melibatkan keluarga besar dan memerlukan persetujuan para pemangku adat. Selain itu, masyarakat setempat turut berperan penting, termasuk penari tradisional Wurung Balai yang akan tampil di berbagai sesi acara.
Persiapan ritual mencakup pengumpulan bahan-bahan alam seperti bambu, rotan, janur, daun kelapa, hingga kayu-kayu tertentu. Mantir Adat juga membentuk Mantir Balai sebagai koordinator utama, sementara Wadian dan Balian tidak dapat menjalankan ritual tanpa petunjuk dari Mantir Balai.
Rangkaian acara juga akan melibatkan prosesi penyembelihan hewan kurban, seperti ayam, burung dara, itik, babi, kambing, dan kerbau, dalam upacara Iparapa. Prosesi puncak dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Yendisno berharap generasi muda Dayak Maanyan terus melestarikan tradisi leluhur di tengah arus modernisasi. Ia juga mengajak pemerintah untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi para tokoh adat, termasuk melalui insentif demi menjaga kelangsungan budaya.
Sementara itu, Damang Kepala Adat Paju Sapuluh, Luitson, menjelaskan bahwa ritual ini juga merupakan pelunasan nazar kepada leluhur keluarga Bunan Nataloto yang telah wafat sekitar tahun 1980.
“Ini adalah warisan leluhur Kademangan Paju Sapuluh yang merupakan bagian dari kepercayaan Kaharingan masyarakat Dayak Maanyan,” kata Luitson.



