Tamiang Layang – Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Timur pada Tahun Anggaran 2025 mengerjakan sebanyak 27 paket pekerjaan, yang tersebar di sejumlah kecamatan dan fokus pada infrastruktur drainase serta pengelolaan sungai.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Bartim, Aprisal, mengatakan sebagian besar proyek berlokasi di Kecamatan Dusun Timur dengan nilai anggaran bervariasi.
“Rata-rata anggaran berada di bawah Rp200 juta. Untuk tahun ini, pekerjaan paling banyak berada di wilayah Kecamatan Dusun Timur,” ujar Aprisal saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan terjadi pengurangan jumlah paket pekerjaan dibanding tahun sebelumnya, terutama di Kecamatan Dusun Tengah dan Kecamatan Paku, yang wilayah pengelolaannya berada di luar kewenangan kabupaten.
“Wilayah Dusun Tengah sudah masuk kewenangan pusat karena luasnya lebih dari 3.000 hektare. Sedangkan Kecamatan Paku berada pada kisaran 1.000 sampai 3.000 hektare, sehingga tidak bisa kami tangani karena sudah menjadi ranah Balai Wilayah Sungai (BWS),” jelasnya.
Aprisal menambahkan, keterbatasan kewenangan ini menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan infrastruktur SDA. Oleh sebab itu, ia berharap alokasi anggaran untuk SDA pada tahun 2026 bisa ditingkatkan guna mengakomodasi semakin banyaknya usulan dari masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan anggaran untuk SDA ke depan, karena setiap tahun usulan terus bertambah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian,” tandasnya.[]



