DP3A P2KB PMD Balangan Fokus Cegah Perkawinan Usia Anak

Diposting pada

Pencegahan perkawinan usia anak terus menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan. Upaya ini diwujudkan melalui penyuluhan di SMP Negeri 3 Batumandi untuk memberikan pemahaman tentang risiko dan dampak negatif pernikahan dini.

Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Kabupaten Balangan, Linuwih Andri Winarti, menyebut kegiatan ini penting karena Balangan pernah mencatat angka perkawinan usia anak tertinggi di Kalimantan Selatan pada 2021. Meski tren kini menurun, jumlah kasus masih cukup tinggi.

“Tujuan utama kegiatan ini agar anak-anak teredukasi dan sadar bahwa perkawinan dini memiliki dampak luas, termasuk berisiko menambah angka kemiskinan, stunting, serta gangguan psikologis dalam rumah tangga,” jelas Linuwih, Selasa (5/8/2025).

Wakil Kepala SMP Negeri 3 Batumandi, Saudah, mengapresiasi langkah DP3A P2KB PMD Balangan yang hadir memberi edukasi kepada siswanya.

“Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap anak-anak bisa menyikapi isu perkawinan usia anak dengan lebih bijak dan mampu menghindarinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran siswa untuk menjaga masa depan menjadi kunci dalam menekan angka perkawinan dini di Balangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *