Komisi III DPRD Kalsel Jajaki Bus Listrik, Trans Banjar Bakula Catat Tingkat Keterisian 87 Persen

Diposting pada

ANGKA itu berbicara sendiri: hingga Mei 2026, tingkat keterisian atau loading factor Trans Banjar Bakula mencapai 87,77 persen. Artinya bus kebanggaan masyarakat Kalsel itu hampir selalu penuh — dan itu berarti sudah waktunya bicara soal penambahan armada dan perluasan koridor.

Itulah yang melatari kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Kalsel bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel ke PT Bagong Dekaka Mandiri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (8/6/2026). Di sana, mereka melihat langsung proses perakitan bus Tayo — sekaligus menjajaki kemungkinan yang lebih jauh: pengadaan bus bertenaga listrik.

Ketua Komisi III Mustaqimah menyebut langkah ini bukan sekadar soal modernisasi, melainkan respons atas dua tantangan nyata di lapangan. “Harapan Komisi III ke depannya PT Bagong Dekaka bisa mengadakan bus listrik untuk mengurangi emisi dan juga menghindari kelangkaan BBM jenis solar di Kalimantan Selatan yang masih agak terkendala,” ujar politisi Partai NasDem itu.

Ia juga mengapresiasi kinerja PT Bagong Dekaka selama ini. Layanan Trans Banjar Bakula — yang beroperasi dengan skema Buy The Service (BTS) di Banjarmasin dan Banjarbaru — bahkan telah meraih Penghargaan Pengelolaan Angkutan Perkotaan dari Menteri Perhubungan RI.

Direktur Utama PT Bagong Dekaka Mandiri, Budi Susilo, menyambut kunjungan itu dengan satu permohonan yang tegas. “Kami berharap keberlangsungan layanan kami yang ada di Kalimantan Selatan ini jangan sampai terputus. Karena angkutan ini sudah bagus dan sangat menjadi andalan masyarakat Kalimantan Selatan,” pintanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, menegaskan bahwa data loading factor yang tinggi adalah sinyal jelas bahwa masyarakat sudah membutuhkan lebih. “Dengan angkutan umum, masyarakat bisa semakin dimudahkan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan kegiatan sehari-hari. Dengan BTS ini dan feeder-feedernya akan mengubah mindset masyarakat bahwa angkutan umum di Kalimantan Selatan itu nyaman, aman, dan memiliki standar pelayanan minimal,” pungkasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *