Nor Fajri di Maburai: Stok Pangan Kalsel Aman, yang Fluktuatif Harga, Bukan Ketersediaan

Diposting pada

PESAN itu disampaikan langsung kepada warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani karet, petani sawit, dan pedagang. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Nor Fajri, hadir di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Jumat (5/6/2026), membawa satu pernyataan yang ingin ia pastikan sampai ke telinga masyarakat: tidak perlu panik soal pangan.

“Cadangan pangan di Kalimantan Selatan saat ini relatif aman sehingga masyarakat tidak perlu panik. Untuk beberapa bulan ke depan, berdasarkan informasi terbaru dari Bulog Kalimantan Selatan, stok beras masih tersedia dan mencukupi,” ujarnya dalam Sosialisasi Perda Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan.

Selain beras, ia menyebut gula pasir, jagung, dan minyak goreng juga tersedia dalam jumlah yang cukup. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Ketahanan Pangan juga menyimpan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah — terdiri dari beras, jagung, sagu, dan berbagai umbi-umbian — yang sewaktu-waktu dapat digunakan saat terjadi bencana atau gangguan distribusi.

Nor Fajri juga meluruskan persepsi yang kerap beredar di masyarakat. “Yang terkadang mengalami fluktuasi adalah harga di tingkat pasar, bukan ketersediaan stok pangan,” tegasnya. Kalimantan Selatan, ia ingatkan, masih berdiri sebagai salah satu lumbung pangan nasional untuk komoditas beras.

Ia juga menyampaikan bahwa perhatiannya tidak berhenti pada angka stok. Nor Fajri mengaku memantau langsung kondisi petani di lapangan — dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Baginya, keberlanjutan sektor pangan hanya bisa dijaga jika petani sebagai ujung tombaknya benar-benar diperhatikan.

Puluhan warga Maburai tampak antusias mengikuti sesi dialog — membicarakan tantangan pertanian, kondisi pasar, dan harapan mereka terhadap kebijakan pangan daerah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *