Relawan UNIVSM Peduli Bagikan Ratusan Masker kepada Pengendara di Paringin

Diposting pada

BALANGAN, maknanews.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mendapat perhatian dari Relawan Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Peduli.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, para relawan membagikan ratusan masker secara gratis kepada pengguna jalan di kawasan perempatan Kota Paringin, Kabupaten Balangan, Sabtu (2/9/2026).

Para relawan menyasar terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan. Pembagian masker dilakukan sebagai upaya sederhana untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Selain membagikan masker, aksi tersebut juga dirangkai dengan penggalangan dana untuk membantu warga yang terdampak musibah kebakaran di Desa Kaladan, Kecamatan Paringin Selatan.

Masker yang dibagikan kepada pengguna jalan berasal dari dana swadaya para relawan. Sementara penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang menjadi korban kebakaran.

Kondisi Karhutla di Kalimantan Selatan sendiri menjadi perhatian karena jumlah kejadian yang cukup tinggi. Data yang dihimpun mencatat sebanyak 2.083 kejadian Karhutla terjadi sejak 1 Januari hingga 28 Agustus 2026, dengan luas lahan terdampak mencapai 10.095,14 hektare.

Koordinator Aksi, Muhammad Iqbal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Relawan UNIVSM Peduli terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap, khususnya di Kabupaten Balangan.

Menurutnya, penggunaan masker penting dilakukan masyarakat ketika kualitas udara memburuk akibat asap Karhutla.

“Pembagian masker ini adalah langkah kita dalam membantu mengingatkan masyarakat secara umum dan pengendara secara khusus, guna mencegah bahaya ISPA,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi dukungan moral bagi pemerintah dan petugas yang masih melakukan berbagai upaya dalam menghadapi Karhutla di Kalimantan Selatan.

Rektor Universitas Sapta Mandiri, Abdul Hamid, turut mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan para relawan. Menurutnya, kepedulian mahasiswa dan relawan terhadap kondisi lingkungan perlu terus ditumbuhkan.

Abdul Hamid mengingatkan, paparan kabut asap perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan.

“Tentu ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau kelompok rentan,” katanya.

Ia berharap aksi pembagian masker tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.

“Masker sebagai elemen penting dalam mencegah penularan berbagai macam penyakit dan penyaring berbagai macam partikel di udara,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *