TAMIANG LAYANG – DPRD Kabupaten Barito Timur memastikan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan karhutla dan kekeringan meningkat dari Rp3,5 miliar menjadi Rp8,3 miliar dalam APBD Perubahan 2026 yang disahkan Senin (21/9/2026).
Ketua DPRD Nur Sulistio menyebut penambahan BTT ini mendesak seiring perubahan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat — yang berarti penyaluran bantuan harus segera bergerak lebih cepat.
“Ketika sudah tanggap darurat berarti penyaluran bantuan segera disalurkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah tidak boleh hanya tertuju pada pemadaman titik api — tetapi juga pada kondisi kesehatan dan keselamatan petugas yang berjibaku di lapangan.
“Semua relawan dan aparatur yang berjuang menangani karhutla harus kita hitung. Apapun, permudah operasional mereka — terutama bahan bakar, makan di lapangan, dan kesehatan mereka dijamin,” tegasnya.
BTT yang dialokasikan juga mencakup kebutuhan pasca karhutla, termasuk antisipasi kekeringan dan krisis air bersih yang berpotensi menyusul setelah musim kemarau panjang.
“Kami minta fokus kepada dampak karhutla baik sebelum maupun pasca, dan juga seluruh bencana tidak terduga yang mungkin terjadi tahun ini. Setelah kemarau panjang dan karhutla, ketersediaan air bersih juga belum tentu aman,” pungkasnya.[]



